Habiskan Anggaran Gede, Program MBG Harus Jadi Daya Ungkit Ekonomi RI

AKURAT.CO Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah benar-benar mampu menjawab berbagai persoalan kesejahteraan yang masih dihadapi masyarakat.
Dengan pagu anggaran yang sangat besar, Kurniasih menilai bahwa program ini harus dirancang dan dieksekusi secara matang agar memberikan dampak nyata dan jangka panjang.
"Dengan alokasi anggaran yang begitu besar, program Makan Bergizi Gratis harus memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas," tegas Kurniasih dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (25/5/2025).
Baca Juga: APBN Surplus Rp4,3 Triliun, MBG dan Program Unggulan Prabowo Lainnya Berjalan Optimal
Kurniasih menyebutkan, setidaknya ada tiga sasaran utama yang harus dicapai dari pelaksanaan program MBG. Pertama, program ini harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru di sektor penyediaan bahan pangan lokal, UMKM kuliner, logistik, dan distribusi makanan.
"Jika dikelola dengan pendekatan padat karya dan berbasis komunitas lokal, program ini bisa membuka peluang kerja baru di berbagai daerah," ungkapnya.
Kedua, program MBG harus secara nyata menurunkan angka stunting yang masih tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Kurniasih mengingatkan bahwa permasalahan stunting bukan hanya soal kekurangan makanan, tetapi juga soal kualitas gizi.
"Makan bergizi artinya harus memenuhi standar kecukupan gizi anak-anak, bukan sekadar memberikan makanan gratis. Ini menyangkut masa depan generasi Indonesia," imbuhnya.
Ketiga, lanjut Kurniasih, program ini juga harus menjadi bagian dari strategi nasional dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan produktif.
Baca Juga: Ralali Group Perluas Jangkauan Program Mitra Dapur MBG dan Peluang Kerja Melalui Kolaborasi di Solo
"Jika kita ingin memiliki generasi emas di masa mendatang, maka pemenuhan gizi anak-anak harus menjadi prioritas nasional. MBG bisa menjadi fondasi penting menuju ke sana, asalkan implementasinya tepat sasaran dan berkelanjutan," tegasnya.
Lebih jauh, Kurniasih mengingatkan bahwa seluruh perencanaan dan pelaksanaan program MBG harus terintegrasi dengan agenda besar pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, program ini dapat menjadi katalisator penguatan ekonomi rakyat jika diarahkan pada penguatan ekosistem pangan lokal, pemberdayaan petani dan nelayan, serta pelibatan koperasi dan UMKM.
"Jika seluruh rantai pasok program MBG dikelola oleh pelaku ekonomi lokal, maka efek domino positifnya bisa dirasakan secara luas. Kita tidak hanya memberi makan anak-anak, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar mereka," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







