L’Oréal Soroti 445 Ribu Kasus Kekerasan Perempuan di Indonesia

AKURAT.CO Perusahaan kecantikan global L’Oréal menyoroti tingginya angka kekerasan terhadap perempuan di Indonesia yang mencapai 445.502 kasus sepanjang 2024, berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan 2024.
Angka tersebut meningkat lebih dari 43.000 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan isu keamanan perempuan masih menjadi tantangan serius di Tanah Air.
Chief of Corporate Affairs, Engagement & Sustainability L’Oréal Indonesia, Melanie Masriel mengatakan, isu keamanan perempuan tidak dapat dipisahkan dari upaya mendorong kesetaraan dan partisipasi perempuan di berbagai sektor.
“Bagi kami, merayakan perempuan bukan sesuatu yang musiman, tetapi bagian dari identitas perusahaan. Perempuan bukan hanya mayoritas konsumen kami, tetapi juga karyawan, inovator, dan talenta masa depan yang membentuk arah perusahaan setiap hari,” ujar Melanie dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Dirinya menambahkan bahwa perusahaan berupaya menghadirkan tiga fondasi utama bagi kemajuan perempuan, yakni rasa aman, peluang yang setara, serta pengakuan atas kontribusi perempuan.
“Kami percaya, ketika perempuan maju, dampaknya akan dirasakan jauh lebih luas bagi keluarga, komunitas, dan masyarakat,” lanjutnya.
Data CATAHU Komnas Perempuan 2024 menunjukkan mayoritas kekerasan terjadi di ranah personal dengan 309.516 kasus, sementara 12.004 kasus terjadi di ranah publik atau komunitas. Selain itu, perkembangan teknologi turut memicu meningkatnya kekerasan berbasis gender di ruang digital.
Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Yayasan Pulih, Dr. Livia Iskandar, mengatakan tingginya angka kekerasan tidak terlepas dari faktor struktural.
“Kekerasan berbasis gender berakar pada ketidakadilan gender, penyalahgunaan relasi kuasa, dan budaya patriarki. Kekerasan yang terlihat hanyalah bagian permukaan, sementara akar persoalannya ada pada ketimpangan relasi dan kurangnya edukasi,” jelasnya.
Baca Juga: Perlu Kolaborasi Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Tak Bisa Hanya Andalkan Aparat Hukum
Menurut data yang sama, kekerasan seksual menjadi bentuk kekerasan paling banyak dilaporkan dengan porsi 36,43 persen, disusul kekerasan psikis 26,94 persen, kekerasan fisik 26,78 persen, serta kekerasan ekonomi 9,84 persen.
Psikolog Agata Paskarista menilai kekerasan psikis sering kali tidak disadari karena tidak meninggalkan luka fisik.
“Kekerasan psikis sering dibungkus sebagai candaan atau perhatian. Padahal dampaknya dapat berlangsung jangka panjang dan memengaruhi kondisi psikologis korban,” ujarnya.
Program Edukasi untuk Pencegahan
Merespons situasi tersebut, L’Oréal menghadirkan sejumlah program edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekerasan berbasis gender.
Salah satunya melalui program Stand Up Melawan Pelecehan di Ruang Publik yang diperkenalkan oleh L’Oréal Paris. Program ini menggunakan metode 5D, yaitu Dialihkan, Ditegur, Dilaporkan, Ditenangkan, dan Dokumentasikan sebagai panduan intervensi aman bagi masyarakat.
Brand General Manager L’Oréal Paris Rosyanti Chijanadi mengatakan keamanan di ruang publik menjadi faktor penting agar perempuan dapat beraktivitas secara optimal.
“Kami percaya ruang publik yang aman adalah fondasi agar perempuan dapat berkarya dan berkembang. Melalui metodologi 5D, siapa pun dapat melakukan intervensi dengan cara yang aman ketika menyaksikan pelecehan,” katanya.
Selain itu, YSL Beauty juga menjalankan program global Abuse Is Not Love yang bekerja sama dengan Yayasan Pulih untuk mengedukasi masyarakat mengenai tanda-tanda kekerasan dalam hubungan.
Business Unit General Manager YSL Beauty & Armani Beauty Venesia Rizani mengatakan program tersebut memperkenalkan sembilan tanda kekerasan dalam hubungan, seperti mengontrol, memanipulasi, mengancam, hingga mengisolasi pasangan.
“Melalui edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat mengenali tanda kekerasan sejak dini agar dapat mengambil langkah yang tepat,” ujarnya.
Selain isu keamanan, akses perempuan terhadap peluang ekonomi juga masih menjadi tantangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan perempuan hanya mewakili 36,66 persen dari total pekerja formal di Indonesia.
Di sisi lain, sekitar 40 persen perempuan pernah mengambil jeda karier untuk menjalankan tanggung jawab pengasuhan dan keluarga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, L’Oréal menjalankan program Beauty for a Better Life yang memberikan pelatihan tata rambut dan tata rias bersertifikat bagi perempuan dari kelompok rentan.
Sejak diluncurkan pada 2014 hingga 2023, program ini telah melatih 3.749 perempuan agar memiliki keterampilan kerja dan kemandirian ekonomi.
Perusahaan juga menjalankan Career Reconnect Program, yaitu program returnship yang membantu perempuan kembali bekerja setelah jeda karier, serta program Hairducation yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat pendidikan vokasi di bidang tata rambut.
Program tersebut telah melatih 88 guru dari 46 SMK Negeri dan menghasilkan lebih dari 4.200 lulusan yang siap masuk industri kecantikan.
Laporan global World Economic Forum (Global Gender Gap Report) menunjukkan dunia masih membutuhkan sekitar 135 tahun untuk mencapai kesetaraan ekonomi penuh antara laki-laki dan perempuan.
Dalam konteks Indonesia, peningkatan partisipasi ekonomi perempuan dinilai dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja dan kewirausahaan.
Melanie mengatakan pemberdayaan perempuan tidak hanya membuka akses, tetapi juga memastikan keberlanjutan kesempatan.
“Pemberdayaan bukan sekadar membuka pintu. Perempuan juga perlu bekal, ruang untuk berkembang, dan pengakuan agar dapat memimpin perubahan,” katanya.
Dirinya menambahkan bahwa ketika perempuan memiliki akses dan perlindungan yang memadai, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu tetapi juga bagi komunitas dan perekonomian secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






