Vonis Juliari Diprotes, Harusnya Dihukum Mati atau Dimiskinkan

AKURAT.CO, Vonis 12 tahun penjara yang diterima mantan Menteri Sosial Juliari Batubara menuai kritik. Banyak pihak menganggap hukuman untuk Juliari terlalu ringan.
"Saya nilai (hukuman Juliari) ini tidak terlalu berat dibandingkan perbuatannya merampok duit Bansos dan menerima suap Rp 32,4 miliar," kata ujar Ketua Harian DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Jerry Massie dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (24/8/2021).
Menurutnya, ada tiga vonis yang pantas diterima Juliari. Yakni, penjara seumur hidup, vonis mati atau penjara paling lama 20 tahun.
"Sepertinya aspek keadilan tak diterapkan oleh majelis hakim. Ada yang mempertanyakan putusan hakim ini apakah mereka cari save (aman) atau apa?" imbuhnya.
Hukuman ringan yang diberikan kepada koruptor membuatnya pesimisi upaya melawan korupsi akan segera berhasil.
"Kalau hanya dihukum ringan, juga kebanyakan remisi bagi koruptor, saya yakin pemberantasan korupsi tak efisien dan efektif," katanya.
Ia mengingatkan Indonesia masuk dalam tiga negara nomor paling korup di Asia. Mestinya, ada perubahan cara pemberantasan khususnya terkait hukuman bagi para koruptor.
"Jadi GIAK mendorong lembaga peradilan melakukan tugas dan wewenang memberikan hukuman sesuai dengan perbuatan pelaku agar Undang Undang Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 tetap berdiri kokoh," ujarnya.
Jika tidak hukuman mati, menurutnya, pelaku korupsi bisa dimiskinkan seperti yang berlaku di Amerika Serikat. Berbeda dengan di Korea Utara Taiwan, RRC dan Vietnam, dimana para koruptor ditempatkan di dalam liang lahat.
"Mereka yang merampok duit rakyat wajib dirampas asetnya semua," sambungnya.
Jerry mengatakan jika tidak ada hukuman berat bagi koruptor, sampai kapanpun korupsi sulit untuk dibasmi dan diberangus.
"Presiden juga harus turun tangan, kan KPK di bawah kendali presiden. Perlu ada tindakan kongkrit bukan tindakan konyol. Coba dulu hukuman memiskinkan koruptor, bisa direvisi Undang-undang Tipikor terkait jenis hukuman bagi pelaku korupsi. Baru dicoret remisi untuk koruptor. Ini juga yang membuat koruptor tersenyum," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK

