Akurat
Pemprov Sumsel

Dihantui Krisis Global, Pengamat: Komitmen G20 Selesai, Negara Lain Tinggal Senyum-senyum

| 15 November 2022, 19:15 WIB
Dihantui Krisis Global, Pengamat: Komitmen G20 Selesai, Negara Lain Tinggal Senyum-senyum

AKURAT.CO, KTT G20 sedang berlangsung di Bali. Sedikitnya 20 pemimpinan negara menghadiri pertemuan 20 negara yang menguasai 70 persen perekonomian dunia itu. Diharapkan KTT G 20 itu menghasilkan solusi yang kongkrit dalam mengatasi ancaman krisis global di tahun depan. 

Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Muradi menilai pertemuan para kepala negara yang rencananya bakal dijamu makan malam oleh Presiden Jokowi di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Memberikan ruang bagi negara-negara G20 dan juga dunia mengekspresikan gagasan dan komitmennya dalam menghasilkan solusi. 

"Karena ekonomi yang tahun depan yang dikatakan krisis akan terjadi bisa dihadapi dengan bersama-sama. Dan ini kan (G20) mengusai 70 persen perekonomian dunia. Kalo ini selesai negara lain selesai tinggal senyum-senyum saja," kata Muradi dikutip dari TV Nasional, Senin (15/11/2022).

Lebih lanjut, Muradi menjelaskan kendati pertemuan para kepala negara akan menimbulkan situasi sedikit alot. Namun diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang berorientasi pada solusi. 

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Siti Ruhaini mengatakan bahwa semua mata akan memandang Indonesia selaku tuan rumah dari KTT G20. Dimana pembicaraan itu diharapkan menghasilkan resolusi dari ketegangan yang terjadi khususnya perang Rusia-Ukraina. 

"Disitu ada Presiden Biden dan Presiden China melakukan pembicaraan dan untung ini terjadi di Indonesia. Kita berharap dapat menyajikan sebuah resolusi ketegangan dan ini menjadi modal supaya ini bisa diselsaikan secara formal di meja makan," ujar Siti Ruhaini. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.