Profil Aguan Sugianto, Konglomerat Ketua Konsorsium Proyek IKN Nusantara

AKURAT.CO Profil Aguan Sugianto menjadi perhatian setelah dirinya didaulat sebagai ketua dalam proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Jabatannya diketahui setelah presentasi Rencana Kerja dan Anggaran Otorita Ibu Kota Nusantara Tahun Anggaran 2023 yang ditampilkan dalam rapat bersama Badan Anggaran DPD RI, pada Senin (18/9/2023).
Sebenarnya Aguan bukan nama asing bagi industri properti Indonesia. Ia merupakan pengusaha sukses di balik berdirinya Agung Sedayu Group, salah satu pengembang properti terbesar di Tanah Air.
Baca Juga: Kenalkan Ibu Kota Baru, Jelajahi IKN Nusantara Lewat Roblox
Lantas siapa sebearnya sosok Aguan Sugianto? berikut profilnya.
Profil Aguan Sugianto
Pemilik nama asli Sugianto Kusuma ini lahir di Palembang pada 9 Januari 1951. Di kota tersebut ia juga mengenyam pendidikan di sekolah menengah Tionghoa Jugang Zhongxue.
Perkenalannya dengan dunia properti bermula saat Aguan bertemu seorang pemborong bangunan.
Saat itu, sang teman kehabisan uang karena kalah judi. Aguan lantas memberinya pinjaman sebagai modal untuk membangun ruko dengan sistem bagi hasil.
Mulailah Aguan belajar tentang bisnis bangunan sampai akhirnya ia memulai bisnisnya sendiri pada bidang konstruksi. Pria berusia 72 tahun itu merintis Agung Sedayu Group pada 1971, saat perekonomian dan dunia bisnis di Indonesia mulai bangkit.
Tidak disangka, bisnisnya terus berkembang hingga saat ini. Bahkan tercatat bahwa pengembang Agung Sedayu Group tersebar di beberapa daerah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
Baca Juga: 5 Proyek Dunia Yang Lebih Mahal Dari IKN
Pada 1991, Agung Sedayu Group mendirikan pusat perbelanjaan elektronik terintegrasi pertama di Indonesia yakni Harco Mangga Dua.
Setelahnya, perusahaan tersebut terus menggarap berbagai proyek besar di bidang properti, seperti hotel, apartemen, mal dan kawasan industri.
Sebagai contoh lain proyek properti yang ditangani Agung Sedayu Group yakni Harmoni Exchange, Mall of Indonesia, The Dharmawangsa Square, The Langham Jakarta, PIK 2 dan masih banyak lagi.
Selain itu, Aguan juga identik dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Bersama dengan bos Grup Sinar Mas, mereka menjabat sebagai wakil ketua lembaga sosial kemanusiaan itu.
Aguan awalnya mengenal yayasan itu saat banjir besar menerjang Ibu Kota Jakarta tahun 2012, di sana ia mulai membagikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Tidak lama setelah itu, Eka Tjipta Widjaja mengundang Aguan untuk membantu rencana Tzu Chi membangun rumah bagi warga Kali Angke yang terdampak banjir dan langsung disetujui olehnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









