Bahlil Pulang, Masalah Warga Rempang Belum Hilang

AKURAT.CO Kedatangan singkat Menteri Investasi/Kepala BPKM, Bahlil Lahadalia ke Pulau Rempang, Batam, Kepri, belum membawa dampak bagi warga. Hingga pulangnya Bahlil, yang sempat berdialog pada awal pekan ini, keresahan warga Rempang tak kunjung hilang.
Salah seorang warga, Karinus, menegaskan warga menolak opsi relokasi yang ditawarkan Bahlil. Warga tetap ingin menetap di wilayah Rempang, bukan kawasan lain.
"Kemarin kan rencananya pemerintah mau pindahkan ke (Pulau) Galang, satu pulau lagi dari Pulau Rempang ini, tapi masyarakat tak mau. Jadi pada saat Pak Bahlil datang yang kita minta itu istilahnya digeser saja, tetap di pulau Rempang," kata Karinus, melalui sambungan telepon kepada Akurat.co, dari Jakarta, Kamis (21/9/2023).
Baca Juga: Peristiwa Rempang, Pelecehan Aparat Terhadap Warga
Karinus menjelaskan, sampai saat ini pemerintah masih belum memberi penegasan sikap terkait titik relokasi. Adapun penolakan warga berbuntut pada aksi demonstrasi yang direpresi aparat.
"Sampai hari ini belum (ada solusi), dan masyarakat masih mempertahankan karena belum ada kejelasan dari pemerintah kan. Jadi dalam beberapa hari ini meraka sosialisasi pun warga tetap menolak karena belum ada kejelasan," ucapnya.
Baca Juga: Konflik Pulau Rempang, Jokowi Harus Klarifikasi Janjinya
Keresahan warga menanti nasib dipicu dari sikap pemerintah, yang hingga kini mengambangkan permintaan warga dengan memberi jawaban, perlu dikaji, sekalipun tidak memberi pernyataan menolak.
"Mereka tidak menolak, istilahnya mereka mengikuti aspirasi masyarakat, cuma masih dalam proses pengkajian-pengkajian begitulah," ujarnya.
Baca Juga: Ricuh Rempang, Potret Buram Kegagalan Negara Kelola Lahan
Secara terpisah, Ketua Barikade 98 Kepri, Rahmad Kurniawan mengatakan, kedatangan Bahlil ke Rempang hanya membawa solusi setengah-setengah. Bahlil yang melakukan pertemuan dengan perwakilan dari seluruh kampung tua dalam forum Kekerabatan Warga Tempatan (Keramat), hanya memberi penegasan batal merelokasi ke luar pulau.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menawarkan solusi pergeseran atau pengerucutan wilayah kampung, dalam satu area di Pulau Rempang. "Ganti untung terhadap warga tetap dilaksanakan pemerintah sesuai peraturan," kata Rahmad.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







