Refly Harun: Putusan MK Sontoloyo, Bukti Intervensi Kekuasaan

AKURAT.CO Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait UU Pemilu yang memberi lampu hijau untuk Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming maju pada Pilpres 2024, dianggap menjadi yang terburuk. Pakar hukum tata negara Refly Harun menganggap, putusan tersebut sontoloyo.
Refly menilai sikap hakim konstitusi Saldi Isra yang memberikan perbedaan pendapat (dissenting) opinion, menjadi indikasi adanya intervensi terhadap badan pengawal konstitusi. Refly menuding, Ketua MK Anwar Usman menjadi pintu masuk intervensi kekuasaan.
“Kalau ditanyakan kepada saya substansi putusan MK tersebut, saya mengatakan itu 'putusan sontoloyo’. Berkali-kali MK membuktikan dirinya bisa diintervensi kekuasaan,” kata Refly, kepada Akurat.co, di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Baca Juga: Petaka Mahkamah Keluarga, Lunturnya Kenegarawanan MK
Menurut Refly, sulit mematahkan adanya intervensi di balik putusan MK yang tidak konsisten dalam perkara serupa. Terlebih melabrak norma kebijakan hukum terbuka.
"Status Ketua MK Anwar Usman sebagai ipar Jokowi jelas berpengaruh besar terhadap putusan ini. Dissenting opinion Wakil Ketua MK Saldi Isra menggambarkan secara jelas hal itu," tuturnya.
Baca Juga: Setelah Putusan MK: Mega Bicara Loyalitas, Puan Singgung Pengorbanan
Refly menganggap putusan MK sudah berlaku sejak dibacakan. Tidak ada terobosan hukum untuk mematahkan ketentuan putusan MK final dan mengikat.
Dengan begitu, Refly menganggap, besar kemungkinan Gibran bakal maju menjadi cawapres Prabowo, sebagaimana analisa yang mengiringi proses pengajuan perkara tersebut.
"Dari sisi hukum, putusan MK berlaku sejak dibacakan dalam persiangan yang terbuka untuk umum, dan tidak memerlukan tindakan legislasi apa pun, baik dalam bentuk perubahan UU maupun perubahan peraturan KPU. Dengan demikian, Gibran bisa diajukan sebagai cawapres Prabowo," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








