Prabowo Dukung Wacana Penghapusan Parliamentary Dan Presidential Threshold

AKURAT.CO - Bakal calon Presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto mendukung wacana penghapusan parliamentary dan presidential threshold.
Hal itu dibocorkan oleh Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando dalam diskusi virtual bertajuk Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Pilpres 2024, Jumat (27/10/2023).
Ade mengatakan, dukungan terkait wacana penghapusan parliamentary dan presidential threshold tersebut disampaikan oleh Prabowo Subianto saat melakukan komunikasi dengan PSI.
"Salah satu yang disampaikan kepada kami di PSI adalah Pak Prabowo akan hilangkan threshold-threshold itu," kata Ade.
Baca Juga: Partai Gelora Optimis Lolos Parliamentary Threshold
Ade mengatakan, dukungan akan direalisasikan bukan melalui Prabowo secara langsung jika terpiilih menjadi presiden. Sebab perubahan aturan mengenai parliamentary dan presidential threshold bukan wewenang dari seorang presiden melainkan wewenang dari parlemen.
Ade meyakini, Prabowo akan mendelegasikan arahan kepada jajarannya di Parlemen untuk mengusulkan perubahan terkait Undang-Undang Pemilu.
"Mungkin Partai Gerindra jadi salah satu yang punya inisiatif untuk meminta agar DPR merancang ulang tuh Undang-Undang Pemilu. Sehingga di dalamnya akan hilang pembatasan parliamentary treshold atau presidential treshold," jelasnya.
Baca Juga: Diwarnai Beda Pendapat, MK Tolak Gugatan Presidential Threshold Partai Buruh
Sebagai informasi, parliamentary threshold mengatur syarat minimal perolehan suara partai politik secara nasional untuk bisa mendapatkan jatah kursi di DPR.
Sedangkan presidential threshold mengatur tentang syarat minimal raihan kursi DPR atau perolehan suara pemilu DPR bagi partai politik atau koalisi partai politik agar dapat mengajukan capres-cawapres di pilpres.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








