Pegiat Seni Banyumas Dan Kebumen Sampaikan Aspirasi Untuk Ganjar: Belum Ada Lembaga Yang Membawahi Budaya

AKURAT.CO Keanekaragaman seni budaya Indonesia merupakan aset yang tidak ternilai harganya sehingga harus terus dipertahankan dan dilestarikan. Peran para pelaku seni dan budayawan sangat vital untuk melestarikan seni budaya Indonesia.
Oleh sebab itu, para raja, sultan, ratu, dan tokoh adat di Indonesia melalui
Dalam pertemuan, para budayawan serta pegiat seni yang hadir menyampaikan aspirasi supaya pelestarian budaya maupun seni daerah dapat diperhatikan.
Kegiatan ini digelar di Kampoeng Pule, Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (5/11/2023).
Tokoh Budayawan dan Pemerhati Budaya Nusantara, R Setyo Budi mengungkapkan dalam pengembangan budaya di Indonesia, diperlukan kehadiran dari lembaga budaya.
Baca Juga: Kenali Fitur Private DNS Yang Ampuh Melindungi Data Pengguna Dari Pencuri Digital
Menurut dia, lembaga budaya memiliki peran penting dalam pengembangan budaya, ilmu pengetahuan, lingkungan, seni, dan pendidikan di masyarakat sehingga eksistensinya tidak hilang.
"Lembaga budaya selama ini kan di tingkat pusat kan belum ada satu lembaga yang betul-betul membawahi budaya, baru sifatnya direktorat ya tapi kaya kementerian kebudayaan kan belum pernah ada gitu," jelas R Setyo.
Pria yang juga kerap berprofesi sebagai dalang wayang kulit ini meyakini Ganjar Pranowo mampu menyatukan pelaki seni budaya dan membawa dampak kesejahteraan mereka.
Peran para seniman dan budayawan tentunya dibutuhkan untuk merawat eksistensi dari seni budaya Indonesia.
Mereka harus dilibatkan partisipasinya setiap ada pagelaran seni budaya di daerahnya masing-masing.
Seusai melangsungkan diskusi, para seniman dan budayawan menandatangani surat pernyataan dan spanduk sebagai bentuk pernyataan dukungannya terhadap Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI tahun 2024-2029.
Baca Juga: Prabowo: Saya Bermimpi Koperasi Memiliki Perusahaan Besar
"Intinya kami sudah berterima kasih lah selama ini memang sudah ada perhatian tapi kalau bisa nanti akan bisa lebih untuk diperhatikan. Jadi, intensitas penggunaan budayawan lokal ketika ada kegiatan itu memang harus ditingkatkan," tutup dia.
Silaturahmi antara Dinasti Nusantara dengan seniman dan budayawan lokal se-Kabupaten Banyumas hingga Kebumen dihadiri oleh Dalang Wayang Kulit Ki Wartun Gati Wicoro, Pelaku Seni Karawitan / Pesinden Banyumasan Suharni, Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Ki. Purwo Santoso, Paguyuban Kuda Kepang, hingga para santri pegiat seni.
Penggagas dan penasihat Dinasti Nusantara, Sri Paduka KGPAA Mangku Alam II mengungkapkan pertemuan ini didasari atas kesamaan satu visi untuk menjaga eksistensi seni budaya, merawat kesejahteraan para pegiat-nya, serta mendukung Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo dinilai sebagai figur pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan dan merawat adat, seni dan kebudayaan di Indonesia.
"Dinasti Nusantara ini yang terdiri dari raja, sultan, keturunan raja, dan pelaku budaya itu mendukung Pak Ganjar sejarahnya apa, setelah dilaksanakannya (Forum Adat dan Budaya Nusantara) FABN di Magelang kan, yang di Borobudur, nah setelah itu juga karena kita juga sudah beberapa kali audience dengan Pak Ganjar dan Pak Ganjar memberikan komitmennya untuk mendukung adat dan budaya dan pelestariannya nanti jika beliau duduk sebagai presiden," tutup dia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










