Wapres Gibran Dukung Diplomasi Budaya Lewat Kebaya Menari di Vatikan

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming Raka, menyatakan dukungannya terhadap peran komunitas dalam melestarikan kebaya sekaligus menjadikannya bagian dari diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Komunitas Kebaya Menari di Istana Wapres, beberapa waktu lalu.
Menurut Gibran, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan diplomasi budaya di tingkat global.
Pemerintah, kata dia, memandang kebudayaan—termasuk kebaya—bukan sekadar warisan bangsa, melainkan sarana strategis memperkuat citra Indonesia dan membangun persahabatan antarnegara.
“Maka partisipasi komunitas budaya di forum internasional menjadi bagian dari diplomasi perdamaian yang diusung Indonesia,” ujar Gibran, dikutip Sabtu (4/10/2025).
Komunitas Kebaya Menari dijadwalkan berpartisipasi dalam peringatan 60 tahun Nostra Aetate di Vatikan, sebuah dokumen bersejarah yang menjadi tonggak dialog lintas agama dan perdamaian dunia.
“Kehadiran mereka membawa misi ganda, yakni regenerasi kebaya sebagai warisan budaya bangsa dan kontribusi Indonesia dalam menjaga harmoni global,” tegas Gibran.
Anggota Komunitas Kebaya Menari, Dwiyanti Listyarini, mengungkapkan bahwa semangat keberagaman di Indonesia menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan kebaya dalam forum internasional.
Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 4 Oktober 2025
“Pak Wapres sangat mendukung kegiatan ini, apalagi melibatkan lintas agama dan lintas usia. Ada banyak anak muda yang kini menjadi pewaris kebaya dan budaya itu sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Terutama untuk perdamaian dunia dan lintas agama. Di Indonesia kita bisa menunjukkan bahwa meski berbeda suku dan agama, kita tetap rukun. Pak Wapres bilang, kegiatan ini sangat baik,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota komunitas lainnya, Miranti Serat, menuturkan bahwa selain tampil di Vatikan, Kebaya Menari juga tengah menyusun buku tentang kebaya yang akan diusulkan ke UNESCO.
Buku tersebut mengisahkan perjalanan kebaya dari masa ke masa—mulai dari kebaya Janggan hingga kebaya Kartini—sebagai simbol kesantunan dan keanggunan perempuan Indonesia.
“Beliau cukup takjub setelah melihat halaman demi halaman buku itu. Kami juga menjelaskan bagaimana kebaya berkembang dan kisah di baliknya,” ungkap Miranti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








