KH Abdul Chalim Pahlawan Nasional, Kiai Maman: PKB Tuntas Mengawal Harapan Warga NU

AKURAT.CO - Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB menyambut baik penetapan KH Abdul Chalim sebagai pahlawan nasional. PKB kembali menegaskan KH Abdul Chalim sangat layak mendapatkan gelar tersebut.
Wakil Dewan Syuro DPP PKB KH Maman Imanulhaq mengatakan banyak sumbangsih yang telah diberikan KH Abdul Chalim semasa hidupnya. KH Abdul Chalim punya sejarah panjang dalam menentang penjajahan Belanda pada masa perintis kemerdekaan Indonesia, termasuk juga menginisiasi berdirinya ormas Islam terbesar dunia yakni Nahdlatul Ulama (NU).
"Sudah lama kita berjuang agar KH Abdul Chalim ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Ini adalah kabar gembira untuk maayarakat Jawa Barat khususnya warga Majalengka," ujar melalui pesan elekronik, Jumat (10/11/2023).
Baca Juga: 7 Rekomendasi Kegiatan Untuk Merayakan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2023 Di Sekolah
Kiai Maman yang juga Anggota Parlemen asal Majalengka mengaku bangga punya tokoh yang jasanya telah diakui negara sebagai seorang pahlawan. Apalagi, imbuh Kiai Maman, dirinya bersama Fraksi PKB DPR RI punya peran besar dalam proses pengusulan KH Abdul Chalim sebagai Pahlawan Nasional.
Kiai Maman tak lupa mengapresiasi semua pihak yang telah berjuang bersama dalam proses pengusulan Katib Tsani PBNU periode pertama ini sebagai pahlawan nasional. Pasalnya, kata Kiai Maman, gelar pahlawan nasional kepada KH Abdul Chalim sudah menjadi harapan masyarakat Majalengka dan NU sejak lama.
"PKB sebagai alat politik warga nahdliyin tuntas mengawal harapan warga Majalengka dan NU. PKB juga memberikan dukungan penuh secara politik di parlemen selama proses pengusulan gelar kepahlawanan ini," kata Kiai Maman menambahkan.
Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi Majalengka ini menegaskan, jasa besar KH Abdul Chalim memang sudah sepatutnya diganjar dengan gelar pahlawan dari negara. Banyak cerita heroik tentang usaha dari sosok yang lahir di Leuwimunding, Majalengka, Jawa Barat, pada tanggal 2 Juni 1898 itu dalam menentang kolonialisme.
Juga yang tak kalah penting yakni cerita perjuangan tokoh kelahiran Leuwimunding Majalengka ini pada perannya atas terselenggaranya Komite Hijaz pada 31 Januari 1926 yang kemudian melahirkan NU, ormas Islam terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Kiai Maman: Tahun Depan Pelayanan Haji Harus Lebih Profesional Dan Manusiawi
Belum lagi soal sepak terjangnya di dunia politik, KH Abdul Chalim Leuwiminding adalah politisi ulung, ia sempat mewakili Partai NU sebagai Anggota DPR tahun 1955.
"Sepak terjang kehidupannya memberikan inspirasi kepada warga NU agar tak alergi pada politik sehingga segala aspirasi bisa tersalurkan melalui wakilnya di parlemen," katanya.
Gelar Pahlawan Nasional diberikan Presiden Jokowi kepada enam tokoh. Para tokoh tersebut adalah Ida Dewa Agung Jambe dari Bali, Bataha Santiago dari Sulawesi Utara, M. Tabrani dari Jawa Timur, Ratu Kalinyamat dari Jawa Tengah, KH Abdul Chalim di Leuwimunding Jawa Barat, dan KH Ahmad Hanafiah dari Lampung.
Penetapan gelar pahlawan nasional tersebut berdasarkan surat dari Kementerian Sekretariat Negara RI Nomor R-09/KSN/SM/GT.02.00/11/2023 tertanggal 3 November 2023. Dalam surat tersebut tertulis calon pahlawan nasional yang akan mendapat gelar Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









