Ketua MPR Ingatkan Pentingnya Pertahanan Perut Rakyat

AKURAT.CO - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan untuk mewujudkan Indonesia Maju harus terlebih dahulu memastikan terjaminnya 'pertahanan perut rakyat' yang didapatkan melalui pertumbuhan ekonomi.
Menurut Ketua MPR pertumbuhan ekonomi yang meningkat akan memperkuat ketahanan nasional karena pada hakikatnya ketahanan nasional juga meliputi berbagai bidang, termasuk ketahanan dalam bidang perekonomian.
"Pada tahun 2022 pendapatan perkapita Indonesia mencapai 4.580 dolar AS. Masih ada gap atau kesenjangan sebesar 7.326 dollar AS dengan standard minimal pendapatan perkapita negara maju (11.906 dolar AS)," ujar Ketua MPR Bambang Soesatyo saat mengisi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan diselenggarakan LEMHANNAS RI, bekerjasama dengan Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), SMANDEL Jakarta Business Network (SBN), dan Indonesia Financial Group (IFG), di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Senin (4/12/23).
Dengan statistik pendapatan perkapita saat ini, kata dia, Indonesia baru dikategorikan sebagai negara berpendapatan menengah atas, atau upper middle income country (UMIC).
Tantangan lainnya yakni dari aspek keamanan dimana terlihat dari tingkat kriminalitas di Indonesia yang belum mencapai kondisi keamanan ideal. Menurut data Polri pada periode Januari-April 2023 tercatat 137.419 kasus kejahatan terjadi di Indonesia, atau meningkat 30,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada tingkat dunia, Global Peace Index menempatkan Indonesia pada peringkat ke-53 negara teraman di dunia.
"Dari aspek fasilitas kesehatan masyarakat, meskipun berbagai fasilitas pelayanan kesehatan telah mengalami peningkatan, namun kita masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.
Misalnya rasio ketersediaan dokter, yang pada tahun 2019 tercatat hanya mencapai 0,47 per 1.000 penduduk, jauh tertinggal dari Singapura yang mencapai 2,29 per 1.000 penduduk. Contoh lain, masih tingginya ketergantungan bahan impor untuk kepentingan medis, dengan angka ketergantungan mencapai 90 persen," jelas Bamsoet.
Dia menerangkan, tantangan lainnya yakni terkait pengangguran. Hingga September 2023, tercatat tingkat pengangguran di Indonesia mencapai 5,32 persen. Masih tertinggal dari berbagai negara ASEAN seperti Kamboja (0,36 persen), Thailand (0,99 persen), Singapura (2 persen), Myanmar (2,2 persen), Vietnam (2,3 persen), Laos (2,6 persen), Malaysia (3,4 persen), dan Filipina (4,5 persen).
"Tantangan lainnya terkait penguasaan IPTEK kita yang masih tertinggal dari berbagai negara maju. Terlihat dari kualitas pendidikan di Indonesia yang menempati urutan ke 67 dari 209 negara yang disurvei. Rata-rata IQ orang Indonesia juga masih tergolong rendah, dengan capaian skor 78,49. Skor ini ada di bawah rata-rata global (82), dan di antara negara-negara ASEAN, skor tersebut adalah yang paling rendah. Sedangkan secara global, kita menduduki peringkat 129 dari 199 negara," pungkas Bamsoet.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







