Ingin Bebas dari Anasir Politik, Alasan NU Berhentikan Nusron-Gus Falah

AKURAT.CO PBNU memilih memberhentikan Nusron Wahid dan Nasyirul Falah Amru alias Gus Falah dari kepengurusan lantaran ormas terbesar di Indonesia ingin bebas dari anasir politik. Nusron selain kader Golkar juga menjabat sebagai Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, sedangkan Gus Falah merupakan Sekum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDIP.
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur menyebutkan, pemberhentian keduanya melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 01.c/A.II.04/11/2023 tentang Pengesahan Pergantian Antar Waktu Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2022-2027 yang terbit pada November 2023.
"Agar pimpinan NU tidak terikat dengan partai politik manapun," kata Gus Fahrur, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga: Nusron Wahid Bukan Lagi Pengurus NU
Gus Fahrur menolak pemberhentian keduanya terkait dengan agenda pilpres. Selain Nusron dan Gus Falah, PBNU juga memberhentikan Subhan Makmun sebagai Rais PBNU.
Menurut Gus Fahrur, sudah menjadi komitmen NU untuk bebas dari anasir politik.
"Ini memang sudah ada aturan sejak lama. Bentuk komitmen khittah NU sebagai ormas keagamaan dan dakwah," lanjut Gus Fahrur.
Baca Juga: Nusron Nasehati Cak Imin, Jadi Calon Pemimpin Jangan Sombong
Nusron Wahid telah memberi tanggapan mengenai pemberhentian ini. Sebagai santri, Nusron mengaku hormat dan menerima keputusan kiai.
"Namanya santri enggak boleh bantah," ujar Kepala Bappilu Golkar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








