Akurat
Pemprov Sumsel

Putra Pendiri NU Tolak Usulan Konsensi Tambang Dikembalikan ke Pemerintah: Itu Hadiah untuk NU

Fajar Rizky Ramadhan | 11 Desember 2025, 06:45 WIB
Putra Pendiri NU Tolak Usulan Konsensi Tambang Dikembalikan ke Pemerintah: Itu Hadiah untuk NU

AKURAT.CO Putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasib Wahab Hasbullah, menolak usulan agar konsesi tambang yang diberikan pemerintah dikembalikan. Ia menyebut konsesi tersebut bukan beban, melainkan bentuk penghargaan negara kepada NU atas kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Sikap ini disampaikan Gus Hasib — putra KH Abdul Wahab Hasbullah — sebagai respons atas pernyataan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang sebelumnya menyarankan konsesi tambang dikembalikan kepada pemerintah karena dinilai lebih banyak membawa mudarat dan memicu kegaduhan internal.

“Menurut pemikiran saya, ini (konsesi tambang) tidak perlu dikembalikan. Ini suatu hadiah negara kepada NU untuk memberikan suatu usaha ekonomi,” ujar Gus Hasib di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin (8/12/2025) kepada wartawan.

Baca Juga: Soal Izin Tambang untuk NU, Said Aqil Siroj: Agar Ormas Lumpuh dan Tidak Kritis pada Pemerintah

Menurutnya, peluang ini justru bisa memperkuat kemandirian ekonomi jamiyah bila dikelola secara profesional dan amanah. Ia mengusulkan pembentukan satgas khusus berisi 7–9 orang dari unsur Tanfidziyah, Syuriyah, dan Badan Perekonomian NU, sehingga tata kelola berjalan lebih transparan dan terstruktur.

“Ini harus dilibatkan agar terkesan pengelolaan ini serius dan transparan,” jelasnya.

Gus Hasib mengakui bahwa konsesi tambang telah memunculkan polemik dan bahkan ketegangan internal di PBNU. Namun ia menilai masalah itu muncul bukan karena tambangnya, tetapi karena pengelolaan yang belum tertata baik.

“Namanya rezeki besar itu bisa jadi nikmat, juga bisa jadi laknat. Makanya kita ambil jalan rahmatnya. Cara pengelolaannya harus transparan,” ujarnya.

Sebelumnya, Said Aqil menyampaikan bahwa pengembalian konsesi tambang adalah jalan terbaik untuk menghindari mudarat yang makin besar. Ia menilai konflik internal, perdebatan publik, serta kegaduhan di tubuh PBNU menjadi indikasi bahwa kebijakan tersebut membawa konsekuensi negatif.

Baca Juga: Mantan Ketum PBNU Said Aqil Siroj: Izin Tambang dari Jokowi untuk NU adalah Kutukan

“Saya sejak awal menghormati inisiatif pemerintah. Tetapi melihat apa yang terjadi belakangan ini, konflik semakin melebar, dan itu membawa madharat yang lebih besar daripada manfaatnya. Maka jalan terbaik adalah mengembalikannya kepada pemerintah,” kata Said pada pertemuan di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Sementara itu, Gus Hasib mengambil posisi berbeda: konsesi tambang adalah kehormatan bagi NU, bukan sesuatu yang perlu dikembalikan. Baginya, jalan keluar bukan menolak hadiah, melainkan mengelolanya dengan integritas dan sistem yang baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.