Prabowo Akan Perkuat Negosiasi Agar Bisa Kirim Kapal Rumah Sakit TNI ke Palestina
Atikah Umiyani | 18 Januari 2024, 13:55 WIB

AKURAT.CO Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengaku akan terus bernegosiasi dengan pemerintah Mesir agar bisa mengirim kapal rumah sakit TNI untuk membantu masyarakat Palestina.
Prabowo memahami, izin pengoperasian kapal rumah sakit tak mudah dikeluarkan karena adanya berbagai macam tekanan yang diterima Mesir di tengah situasi konflik.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat dirinya melepas keberangkatan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang membawa bantuan logistik untuk Palestina.
Baca Juga: Menteri Transportasi Singapura Resign usai Dijatuhi 27 Dakwaan Kasus Korupsi Senilai Rp4,4 Milyar
"Ya kita harus ngerti disitu sedang berkecamuk perang besar, ribuan orang mati, ratusan ribu orang hilang rumah, jadi kita harus paham tekanan yang dialami oleh pemerintah disitu," kata Prabowo di Pangkalan Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Prabowo mengatakan, sulitnya mendapat izin tersebut juga diperkirakan karena ada kekhawatiran bahwa beroperasinya kapal RS TNI di Mesir akan menjadi tempat pelarian warga Palestina.
"Mereka khawatir bahwa nanti rakyat Gaza akan diusir di kampung halamannya dan mereka menyebrang ke Mesir dan akhirnya penduduk Palestina diusir lagi, itu kekhawatiran mereka, kapal kita jadi tempat pelarian untuk mereka,” tuturnya.
Baca Juga: Piala Asia: Erick Thohir Imbau Pemain Timnas Indonesia Tahan Kritik dan Puasa Sosmed
Kendati demikian, pemerintah Indonesia terus berkomitmen dan berupaya dalam bernegosiasi untuk membantu rakyat Palestina.
“Nah, sekarang kita negosiasi mengirim RS lapangan (RS di darat), harus juga negosiasi dengan semua pihak yang ada disitu untuk kapal rumah sakit (beroperasi di Mesir). Saya kira demikian,” ucapnya.
Kemudian untuk sementara ini, Prabowo menyebut, pemerintah memprioritaskan terlebih dahulu untuk mengirim bantuan logistik dan bantuan kesehatan untuk Palestina.
“Ya, ini sedang kita siapkan semua, yang kita laksanakan adalah bantuan logistik dan bantuan-bantuan kesehatan,” lanjutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








