Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Ngawi, Diduga Kelalaian Sopir Trans Jaya yang Membawa Rombongan Partai Hanura

AKURAT.CO Kronologi kecelakaan bus di Tol Ngawi kemarin, Minggu (5/2/2024), diketahui adalah bus pariwisata Trans Jaya yang menyebabkan tiga korban jiwa dan beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi secara jelas kronologi kecelakaan bus di Tol Ngawi dan penyebabnya, sehingga hanya dugaan kelalaian sopir bus saat berkendara.
Kronologi kecelakaan bus di Tol Ngawi tersebut, ternyata sedang membawa puluhan kader Hanura pulang dari acara kampanye calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 03 di GBK, Jakarta.
Mengutip berbagai sumber, Senin (5/2/2024), berikut ini kronologi lengkap dari kecelakaan bus di Tol Ngawi yang baru-baru ini terjadi dan ramai diperbincangkan oleh publik.
Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Ngawi
Berdasarkan keterangan Kanit PJR 6 Dirlantas Polda Jatim, Iptu M Saifuddin, kecelakaan bus terjadi sekita pukul 06.17 WIB.
Bus Efa Transjaya bernomor W 7401 UO merupakan jenis bus pariwisata yang dikabarkan mengalami kecelakaan maut, disopiri oleh Catur Pancoro (47), yang tinggal di Tulangan, Sidoarjo.
Rombongan bus tersebut baru saja menghadiri kampanye Ganjar-Mahfud MD di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (3/2/2014), kemudian rombongan bus kader Partai Hanura itu tengah perjalanan pulang dengan bus ke Surabaya.
Saifuddin mengatakan bahwa kecelakaan terjadi saat bus berangkat dari Solo menuju Surabaya. Pada KM 554.600 A Jalan Tol Solo-Ngawi, bus berniat untuk mendahului truk yang ada di depannya.
Baca Juga: AHY Sampaikan Duka Cita atas Korban Kecelakaan Bus di Tol Cipali
Namun niat tersebut tidak berhasil dilakukan sopir, sehingga badan bus menabrak median, terguling, terseret, dan menghantam pagar pembatas jalan karena diduga sopirnya tidak fokus saat menyetir.
Akibatnya, badan bus rusak parah dengan posisi melintang dan menutupi badan jalan Tol Solo-Ngawi.
Dampak dari kecelakaan maut tersebut, dinyatakan tiga orang meninggal di tempat kejadian, termasuk sang sopir, dan beberapa penumpang lainnya luka-luka.
Korban luka-luka langsung dievakuasi ke RSUD Soeroto dan rumah sakit lainnya untuk menjalani perawatan dan pengobatan.
Berikut ini daftar korban kecelakaan bus di Tol Ngawi yang membawa rombongan Partai Hanura.
Korban yang meninggal dunia
- Hadi Umar Farouq (21), Mojokerto, Jawa Timur
- Aditya Sapulete (38), Lamongan, Jawa Timur
- Chatur Phancoro (47), Sidoarjo, Jawa Timur
Korban yang mengalami luka-luka
- Heru Widodo (34), Mojokerto, Jawa Timur
- Riyadi (43), Surabaya, Jawa Timur
- Akhmad Khaeri (37), Tuban, Jawa Timur
- Noerali (54), Surabaya, Jawa Timur
- Nur Kholidi (37), Sidoarjo, Jawa Timur
- Iqbal Taurfikul Hakim (21), Surabaya, Jawa Timur
- Bilal (24), Surabaya, Jawa Timur
- Takat (43), Tuban, Jawa Timur
- Yudianto (51), Surabaya, Jawa Timur
- Ahmad Agus Suryono (38), Surabaya, Jawa Timur
- M Arief F (49), Surabaya, Jawa Timur
- Rudi Hariono (47), Surabaya, Jawa Timur
- Munandar Karyantoro (45), Sidoarjo, Jawa Timur
- Mohamad Arifin Romli (59), Surabaya, Jawa Timur
- Kadarusman (61), Surabaya, Jawa Timur
- Heru Prediyanto (34), Surabaya, Jawa Timur
- Supatmo (49), Mojokerto, Jawa Timur
- Karmijan (43), Jombang, Jawa Timur
- Josi Rahmadinata (27), Lamongan, Jawa Timur
- Sadikin (37), Rembang, Jawa Tengah
- Sahrul Efendi (23), Mojokerto, Jawa Timur
- Heri Prasetyo (30), Sidoarjo, Jawa Timur
- Bagas Rangga (18), Mojokerto, Jawa Timur
- M Heru Affendi (27), Mojokerto, Jawa Timur
- Ahmad Farid Affandi (20) Mojokerto, Jawa Timur
- Ibrohim (38), Surabaya, Jawa Timur
- Suparlan (37), Surabaya, Jawa Timur
Itulah penjelasan lengkap dari kronologi kecelakaan bus di Tol Ngawi yang membawa rombongan Partai Hanura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








