Akurat
Pemprov Sumsel

Sederet Masalah yang Jadi Penyebab Banyaknya Kecelakaan Bus Pariwisata di Indonesia

Dwana Muhfaqdilla | 13 Mei 2024, 17:52 WIB
Sederet Masalah yang Jadi Penyebab Banyaknya Kecelakaan Bus Pariwisata di Indonesia

AKURAT.CO Kecelakaan fatal yang melibatkan bus dan truk terus terjadi di Indonesia. Terbaru, bus pariwisata yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana mengalami kecelakaan di Subang, Jawa Barat.

Pakar transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno mengatakan, hal seperti ini seringkali terjadi lantaran terdapat beberapa masalah yang krusial. Seperti, jumlah pengemudi bus dan truk di Indonesia mengalami penurunan.

"Sementara rasio penumpang dengan jumlah kendaraan yang beroperasi sudah masuk dalam zona berbahaya. Ini jelas sangat beresiko tinggi terhadap keselamatan," kata Djoko dalam keterangan yang diterima Akurat.co, Senin (13/5/2024).

Baca Juga: MTI Desak Polisi Perkarakan Perusahaan Bus yang Tidak Tertib Administrasi

Selain itu, dia menyoroti kecakapan pengemudi, seperti pengoperasian kendaraan dengan memanfaatkan teknologi yang ada, serta kemampuan dalam pendeteksian dini atas kendaraan yang mengalami kondisi buruk.

"Hal ini teridentifikasi dari faktor-faktor penyebab kecelakaan bus dan truk yang terkait dengan kecakapan pengemudi, ternyata tidak ter-capture pada mekanisme pengambilan SIM B1/B2 kita. Serta mekanisme pelatihan Defensive Driving Training (DDT) yang selama ini dijadikan persyaratan wajib Kemenhub untuk memberi izin," jelasnya.

Masalah lainnya, waktu kerja dan tempat istirahat pengemudi bus dan truk di Indonesia sangatlah buruk. Tidak ada regulasi yang melindungi, sehingga beresiko tinggi mengalami kelelahan hingga micro sleep.

Menurutnya, masalah-masalah tersebut sampai saat ini belum terdapat sistem mitigasi yang terstruktur dan sistematis, sehingga kecelakaan bus dan truk di Indonesia terus terjadi. Bahkan, cenderung mengalami peningkatan lantaran tidak ditangani dengan baik.

Di sisi lain, dia meminta polisi untuk berani memperkarakan pengusaha bus yang menawarkan tarif bus murah. Polisi harus berani menindak pengusaha bus yang tidak tertib administrasi, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat juga diminta untuk tidak hanya melihat tawaran sewa bus murah dan mengenyampingkan keselamatan. Masyarakat harus tegas menanyakan proses KIR, termasuk izin di SPIONAM.

"SPIONAM merupakan layanan untuk memberikan kemudahan operator dalam mengajukan perizinan di bidang angkutan dan multimoda," imbuhnya.

Kemudian, dia menekankan sosialisasi dari pihak pemerintah harus lebih masif lagi terhadap penggunaan sabuk keselamatan, terutama bagi kendaraan yang berperjalanan jarak jauh.

Selain itu, Djoko menyoroti Sistem Manajemen Keselamatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap pengusaha angkutan umum. Adapun kewajiban tersebut sudah tercantum dalam Permenhub Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum.

"Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum adalah bagian dari manajemen perusahaan yang berupa suatu tata kelola keselamatan yang dilakukan oleh Perusahaan Angkutan Umum secara komprehensif dan terkoordinasi dalam rangka mewujudkan keselamatan dan mengelola risiko kecelakaan," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.