Akurat
Pemprov Sumsel

Jokowi: ASEAN-Australia Punya Tanggung Jawab Jaga Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan

Rizky Dewantara | 6 Maret 2024, 11:28 WIB
Jokowi: ASEAN-Australia Punya Tanggung Jawab Jaga Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan

 

 

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan ASEAN-Australia berbagi tanggung jawab bersama untuk menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan.

Untuk itu, dia menekankan pentingnya kerja sama antara ASEAN dan Australia, dalam peringatan 50 tahun hubungan kemitraan kedua pihak yang jatuh pada tahun ini.

Baca Juga: Jokowi Tekankan 4 Poin Utama Penguatan Kerja Sama Indonesia-Australia

"Sebagai mitra wicara tertua, mitra komprehensif strategis dan mitra penghubung dengan Kawasan Pasifik, ASEAN dan Australia sama-sama berbagi kawasan di mana stabilitas, perdamaian, dan kemakmurannya menjadi tujuan dan tanggung jawab kita bersama," kata Jokowi, dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-Australia, di Melbourne, dikutip Antara, Rabu (6/3/2024).

Jokowi mengatakan, bahwa ASEAN diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi global dan menduduki peringkat keempat dunia pada 2040.

Dengan populasi lebih dari 650 juta orang yang sebagian besarnya adalah tenaga kerja muda dengan literasi teknologi yang tinggi, dia menekankan pentingnya dukungan Australia untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Untuk itu, dia mendorong penguatan kerja sama ekonomi dengan memperkuat integrasi ekonomi, salah satunya melalui Strategi Ekonomi Asia Tenggara Australia 2040 untuk mendorong investasi Australia di Asia Tenggara.

Jokowi berharap Australia dapat membuka lebih lebar lagi kesempatan investasi dari ASEAN ke Australia. Menurutnya, kedua pihak perlu mengoptimalkan beberapa kerangka kerja sama seperti ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area serta ASEAN Outlook on the Indo-Pacific.

Dia juga mengapresiasi kehadiran Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) di sela-sela KTT ASEAN di Jakarta tahun lalu. Dia mendorong agar komitmen senilai USD28,1 miliar atau Rp442,1 triliun, yang diumumkan Australia dalam forum kerja sama tersebut bisa segera direalisasikan.

Baca Juga: Bertemu PM Selandia Baru, Jokowi Bahas Peningkatan Nilai Perdagangan di Kedua Negara

Selain itu, Jokowi turut menyoroti pentingnya investasi dan dukungan Australia di ASEAN dalam menghadapi perubahan iklim serta kerja sama dalam bidang ekonomi digital. Menurutnya, dukungan Australia sangat diperlukan khususnya dalam bentuk investasi, kemudahan akses pembiayaan inovatif, serta transfer teknologi.

"Saya juga mendorong pelaku bisnis Australia untuk dukung pembangunan EV ecosystem ASEAN seperti perusahaan nikel Australia Nickel Industries yang telah berinvestasi di Morowali, Sulawesi. Indonesia menentang kampanye hitam dan diskriminatif yang menggunakan dalih lingkungan hidup yang tidak berdasarkan bukti-bukti saintifik," ujar dia.

Terkait kerja sama transformasi digital, dia mengapresiasi dimulainya perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement pada tahun lalu. Ia pun berharap Australia dapat memberikan dukungan melalui pengembangan kemampuan dan pengetahuan, serta kemitraan publik dan privat yang kuat.

Jokowi mengingatkan bahwa ASEAN dan Australia berbagi masa depan yang sama dan harus menjadi motor penggerak untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, damai, dan sejahtera.

"ASEAN and Australia are great partners for now and the future," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.