Indonesia Diprediksi Hadapi Krisis Ekonomi Kedua Gara-gara Harga Beras Masih Mahal

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Luluk Nur Hamidah, mewanti-wanti akan ada fase krisis beras kedua di Indonesia. Diketahui, harga beras masih tinggi menjelang Ramadhan.
Hal itu merespons pernyataan Kepala Badan Pangan (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, yang memprediksi krisis beras akan terjadi lagi. Berdasarkan data Bapanas pagi ini, harga beras medium mulai bergerak turun sebesar 1,88% menjadi Rp14.060 per kilogram.
Baca Juga: Catat! Kenaikan Harga Beras Belum Tentu Untungkan Petani
Namun, harga tersebut masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium.
"Iya kalau menurut saya betul (pernyataan Bapanas). Kita ini akan mengadapi fase krisis kedua, tetapi kita sudah ingatkan dari jauh-jauh hari," kata Luluk, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Dia pun menanyakan kepada pemerintah apa yang sudah dipersiapkan jika Indonesia harus menghadapi krisis beras lagi. Karena dia melihat yang ada adalah justru pengurangan atau penghilangan fasilitas yang bisa menimbulkan krisis itu sendiri.
"Nah apakah ini sudah dilakukan oleh pemerintah? Selama sekian tahun 5 tahun ke belakang malah subsidi yang dicabut, irigasi tidak serta merta perbaikan di mana-mana," tuturnya.
"Kita juga mengalami defisit air yang sangat besar coba dicek yang namanya bendungan, kemudian danau, kemudian sungai-sungai, kita sudah semuanya dalam kondisi yang tidak baik-baik saja," pungkas dia.
Baca Juga: Jokowi Perkirakan Harga Beras Akan Turun Jelang Panen Raya
Sebelumnya, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi mengatakan Indonesia berpotensi kembali mengalami fase krisis beras. Jika masa tanam pada musim panen hanya menghasilkan beras di bawah 2,5 juta ton, maka Indonesia berpotensi alami krisis beras fase kedua.
Untuk itu, pemerintah harus segera bersiap agar ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Menurutnya, hal tersebut bisa dilakukan dengan menyerap hasil panen Maret-April apabila telah melampaui kebutuhan dalam negeri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








