Alasan Pilot dan Kopilot Tertidur Selama Penerbangan Pesawat Batik Air A320 Tujuan Jakarta, Ternyata Ini Penjelasannya!

AKURAT.CO Belakangan ini, insiden pilot dan kopilot tertidur selama penerbangan Pesawat Batik Air A320 masih menjadi perbincangan warganet karena alasannya diduga kelelahan.
Insiden pilot dan kopilot tertidur selama penerbangan Pesawat Batik Air A320 diketahui terjadi selama 28 menit yang membuat arah pesawat sempat keluar dari jalur.
Tujuan penerbangan Pesawat Batik Air A320 yaitu Kendari-Jakarta, namun pusat kendali wilayah Jakarta sempat hilang komunikasi dengan pilot dan kopilot yang tertidur secara bersamaan.
Dikutip situs resmi flightglobal, Sabtu (9/3/2024), dalam laporan yang dibuat oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab utama awak pesawat tidur adalah kelelahan.
Baca Juga: Insiden Pilot Batik Air Tidur, Pengamat Pertanyakan Kualitas Waktu Istirahat Kru Penerbangan
Awak pesawat yang sama telah mengoperasikan penerbangan Batik Air A320 sebelumnya Jakarta-Kendari pada pagi yang sama.
Penerbangan tersebut harus berangkat pada pukul 02:55 waktu setempat, dan awak pesawat harus masuk pada pukul 01:25.
KNKT menjelaskan bahwa kopilot yang lebih muda telah memberi tahu rekannya, dia tidak mendapatkan istirahat yang cukup di malam sebelumnya, sehingga perlu tidur.
Pria yang menjadi petugas pertama merupakan orang tua baru yang memiliki sepasang anak kembar berusia satu bulan.
Kopilot yang sempat mengeluh kurang tidur sebelum keberangkatan dari Jakarta menuju Kendari karena membantu istrinya menjaga bayi kembar berusia satu bulan, akhirnya diizinkan Pilot untuk istirahat.
Pilot menawarkan istirahat kepada kopilot, yang kemudian tidur di kokpit pesawat. Penerbangan dari Jakarta menuju Kendari, sedangkan kapten mengambil alih tugas terbang pilot.
Ketika pesawat yang sama menuju kembali ke Jakarta, pilot yang awalnya mengambil alih tugas terbang, meminta izin kepada rekannya agar dia bisa beristirahat.
Kopilot segera mengambil kemudi, namun tak lama setelahnya pilot terbangun dan menawarkan untuk kopilot bisa istirahat kembali.
Tawaran tersebut ditolak oleh kopilot, dan dia meneruskan penerbangan, sementara pilot kembali tidur.
Merasa masih lelah, kopilot ikut tertidur yang membuat pesawat hilang kendali dan nyasar ke langit Cianjur-Sukabumi.
Petugas lalu lintas udara di Jakarta sempat bertanya terkait hal itu, namun tidak ada balasan dari pilot dan kopilot yang masih tertidur.
Baca Juga: Insiden Pilot Batik Air Tertidur Bisa Berdampak Serius
Petugas mencoba menghubungi pilot lain untuk memanggil BTK6723, tetapi tidak ada tanggapan.
Pilot Batik Air yang sedang tidur mulai terbangun sebelum pesawat semakin menjauh dari jalur penerbangan yang seharusnya.
Menurut KNKT, pilot sadar bahwa pesawat tidak berada pada jalur penerbangan yang benar sehingga dia membangunkan kopilotnya yang ternyata ikut tertidur.
Pilot memberi tahu petugas di Jakarta bahwa ada kendala radio komunikasi sebelum pesawat itu nyasar dan nyaris keluar dari langit Pulau Jawa.
Setelah itu, pesawat ID-6723 milik Batik Air akhirnya berhasil tiba di Cengkareng, di Bandara Soekarno-Hatta dengan kondisi aman dan baik-baik saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









