Siapkan Indonesia Maju, Ketersediaan Pekerjaan Kelas Menengah Jadi Fokus Kemenkop UKM

AKURAT.CO Pemerintah tengah fokus menciptakan lapangan kerja kelas menengah demi mendorong Indonesia Maju 2045. Sebab, struktur ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi oleh usaha mikro.
Di mana, porsi usaha mikro mencapai 99,62 persen, usaha kecil 0,30 persen, usaha menengah 0,06 persen, sedangkan usaha besar hanya 0,01 persen. Dengan struktur ekonomi tersebut, cukup sulit untuk membawa Indonesia bisa menjadi negara maju pada 2045.
Baca Juga: Pembagian Jatah Menteri, Habiburokhman: Semua Partai di Koalisi Indonesia Maju Dijamin Bakal Puas
"Itulah kenapa salah satu pekerjaan besar yang sedang Kemenkop UKM lakukan saat ini adalah bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan kelas menengah, yang memiliki pendapatan per kapitanya tinggi, penyerapan tenaga kerjanya luas, inklusivitas, terjadi hilirisasi dan SDM yang memiliki kemampuan inovasi teknologi yang mumpuni," kata Staf Ahli Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Riza Damanik, di Bogor, Jumat (17/5/2024).
Menurut Bank Dunia, pekerjaan kelas menengah adalah pekerjaan yang memberikan sang pekerja penghasilan cukup untuk menikmati standar kehidupan kelas menengah bagi keluarganya.
Mengutip catatan Bank Dunia pada 2019, di antara 85 juta pekerja Indonesia berpenghasilan (pegawai dengan upah, pekerja lepas, dan wirausahawan), hanya 13 juta (15 persen) pekerja memiliki penghasilan yang cukup untuk keluarga dengan anggota empat orang untuk menjalankan kehidupan kelas menengah.
Drngan demikian, salah satu fokus utama Kemenkop UKM adalah membangun pabrik skala menengah, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pelaku usaha, yang sebagian besar UMKM, untuk menghasilkan produk bernilai tambah dan mendorong mereka untuk beralih dari sekadar menjual produk mentah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








