Akurat
Pemprov Sumsel

PKS Pertanyakan Letak Rumah Tapera: Jangan Sampai Kerjanya di Jakarta, Bangunnya di Karawang

Atikah Umiyani | 1 Juni 2024, 12:00 WIB
PKS Pertanyakan Letak Rumah Tapera: Jangan Sampai Kerjanya di Jakarta, Bangunnya di Karawang

AKURAT.CO Partai Keadilan Sejahtera (PKS), meminta pemerintah untuk memastikan terlebih dahulu, di mana lokasi lahan yang akan dibangun rumah dalam program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan, pemerintah semestinya menjelaskan lebih dulu lokasi-lokasinya sebelum menekan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera.

"Jelaskan dahulu dimana tanah yang akan diberikan oleh negara, mau di bangun dimana, high rest building atau low rest building," kata Mardani dalan diskusi bertajuk 'Tapera Bisakah Jadi Solusi?' melalui YouTube Mardani Ali Sera, Sabtu (1/6/2024).

TaperaBaca Juga: Polemik Tapera, Menko Airlangga: Sosialisasi Harus Lebih Jelas dan Detail

Mardani khawatir, lahan-lahan yang disediakan pemerintah untuk dibangun rumah dari program Tapera tidak tepat sasaran, karena tidak sesuai dengan lokasi para pekerja.

"Jangan sampai mens sana in corpore sano, gua kesana lu kesono bahasanya, kerjanya di Jakarta, bangunnya di karawang, ya nggak nyambung," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI itu menilai, PP yang diteken oleh Presiden Joko Widodo tersebut hanya membuat masyarakat menjadi sedih dan lebih sengsara.

Seperti diketahui, PP Tapera ini wajib diikuti pekerja swasta maupun ASN. Di mana setiap bulannya pemerintah akan memangkas 2,5 persen dari gaji masyarakat, dan 0,5 persen dari pemberi kerja.

"Tentu ini menjadi ujian bagi kita semua, pemerintah membuang energi masyarakat luar biasa, alih alih memberikan kebahagiaan dan rahmat, yang terjadi malah pemerintah merepotkan, bikin sedih," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.