DPR Siap Kawal Program 3 Juta Rumah Terealisasi dan Tepat Sasaran

AKURAT.CO Pemerintah diminta konsistensi dalam melaksanakan salah satu program prioritas nasional yaitu Program 3 Juta Rumah.
Pasalnya, menurut Wakil Ketua Komisi V DPR, Syaiful Huda, saat ini terdapat 26,6 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak huni.
"Artinya, pembangunan tiga juta rumah bukan hanya realistis tapi juga mendesak. Ini peristiwa luar biasa yang harus kita dorong bersama," katanya, dalam diskusi KWP di Kompleks Parlemen, Jakarta Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Penyaluran Rumah Subsidi Capai 70 Persen, BTN Optimis Capai Target 350 Ribu Unit Tahun Ini
Menurut Huda, Program 3 Juta Rumah tidak hanya solusi yang ditawarkan pemerintah, namun juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
"Jika kita konsisten, target 9,6 juta rumah dalam satu periode pemerintahan sangat mungkin tercapai. Bahkan dengan tambahan dua-tiga juta unit selama lima tahun, kita bisa menembus angka 12 juta rumah," jelasnya.
Huda juga menyoroti pembiayaan dan akses masyarakat dalam Program 3 Juta Rumah. Untuk itu, ia meminta pemerintah segera menyusun regulasi yang lebih inklusif dan menyederhanakan proses pengadaan tanah, termasuk pemanfaatan aset milik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
Baca Juga: 10 Produk Digital Paling Laku di 2025: Peluang Bisnis Menjanjikan dari Rumah
Kontribusi sektor perumahan terhadap pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 1,7 hingga 2 persen. Pembangunan satu rumah melibatkan 14 tenaga kerja dan jika program berjalan maksimal bisa menyerap lebih dari dua juta pekerja.
"Standardisasi dan spesifikasi teknis masih menjadi tantangan. Kita perlu konektor kebijakan yang bisa digunakan lintas sektor agar program ini tidak terhambat," ujarnya.
Huda juga mendesak agar Undang-Undang Perumahan segera direvisi untuk mengidentifikasi konsumen secara lebih spesifik dan akurat agar program ini dapat tepat sasaran.
Baca Juga: Kampung Sunyi Suwirjo, Wahana Rumah Hantu Terbaru di Gading Serpong dengan Sensasi Horor Khas Jawa
"Memastikan pembangunan rumah tidak hanya memenuhi kebutuhan tempat tinggal tetapi juga mendekatkan masyarakat pada pusat-pusat kerja dan layanan publik," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








