Panglima TNI: Sekarang Bukan Lagi Dwifungsi ABRI, Tapi MultifungsiPanglima TNI Tegaskan Sekarang Bukan Lagi Dwifungsi ABRI, Tapi Multifungsi
Atikah Umiyani | 6 Juni 2024, 17:08 WIB

AKURAT.CO Revisi Undang-Undang TNI diyakini tidak akan memunculkan kembali dwifungsi ABRI sebagaimana yang pernah terjadi pada era Orde Baru.
Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menegaskan, justru yang terjadi saat ini adalah multifungsi ABRI. Karena TNI kerap kali dilibatkan dalam berbagai macam situasi dan keadaan.
"Sekarang bukan dwifungsi ABRI lagi, multifungsi ABRI semuanya kita. Ada bencana kita di situ ya kan. Jadi jangan berpikir seperti itu," kata Agus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024).
Agus kemudian mencontohkan yang terjadi di Papua. Dimana banyak Personil TNI yang ditugaskan untuk melakukan pelayanan, baik di bidang kesehatan hingga pendidikan.
"Sekarang di Papua yang ngajar itu anggota saya, TNI. Kemudian pelayanan kesehatan anggota saya, terus kalian mau nyebut dwifungsi ABRI atau multifungsi? Kita jangan berpikir seperti itu ya, kita untuk kebaikan negara ini," tuturnya.
Terkait adanya poin perluasan jabatan dalam revisi UU TNI, Agus menilai, hal itu semata-mata untuk melancarkan program-program pemerintah melalui kementerian-kementerian terkait.
Baca Juga: KPK Sita Aset Eks Bupati Kukar Rita Widyasari, Ada 91 Kendaraan hingga 30 Jam Tangan Mewah
Agus mengakui, pihaknya juga sempat menekan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah kementerian yang memang memang membutuhkan keberadaan satuan TNI.
"Sekarang itu banyak kementerian MoU dengan saya, dari Menkes, Mentan, KKP, BUMN disitu kan bisa dilihat bahwa kementerian itu membutuhkan disitu ada satuan TNI sehingga dibutuhkan ada jabatan disitu untuk supaya melancarkan tugas tugas kementerian tersebut, saya berpikiran seperti itu saja," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









