Akurat
Pemprov Sumsel

Haji Ramah Lansia ala Kemenag Belum Sesuai, Makanan Tidak Layak hingga Banyak Jemaah Terjangkit Diare

Atikah Umiyani | 2 Juli 2024, 09:30 WIB
Haji Ramah Lansia ala Kemenag Belum Sesuai, Makanan Tidak Layak hingga Banyak Jemaah Terjangkit Diare

AKURAT.CO Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menilai slogan "Haji Ramah Lansia" yang diusung Kementerian Agama (Kemenag) masih belum sesuai.

Timwas melihat masih banyak persoalan di lapangan yang justru memberatkan bagi lansia.

Anggota Timwas Haji, Luluk Nur Hamidah, mengungkapkan, salah satu persoalan yang ditemukan yaitu mengenai layanan konsumsi.
 
Ia menyebut, makanan yang diberikan kepada jemaah ternyata belum memenuhi standar gizi dan protein.
 
 
"Ternyata kita menemukan bahwa aspek konsumsi baik itu makanan untuk lansia ini ya belum memenuhi standar isi protein yang dibutuhkan," kata Luluk saat menggelar konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa (2/7/2024).
 
Luluk sangat menyayangkan soal layanan konsumsi yang belum memenuhi standar. Padahal, konsumsi adalah salah satu faktor pendukung bagi jemaah haji agar bisa melaksanakan ibadahnya dengan baik.
 
"Apalagi kalo kemudian yang terkait dengan gizi, protein, sayuran, buah-buahan, itu juga yang kita rasakan sangat kurang sekali diberikan kepada lansia," ujarnya.
 
Luluk juga mempersoalkan mengenai takaran makanan untuk jemaah yang menurutnya selalu berubah dan tidak konsisten.
 
 
Tidak berhenti di situ, ada juga masalah kelayakan makanan yang membuat banyak jemaah mengalami diare.
 
"Masih ada peristiwa jemaah haji kita diare akibat konsumsi makanan yang relatif tidak layak, dan ini terutama pada hari-hari awal, saya dapat laporan dari embarkasi Solo, Sumatera Barat, Lampung, Surabaya, ternyata mereka juga masih mendapat seratusan yang mengalami diare, walaupun itu bisa ditangani dengan baik," ucapnya.
 
Politisi PKB itu menilai, banyaknya persoalan jemaah mengenai konsumsi, menjadi tanda bahwa pemerintah tidak coba memperbaiki apa yang telah dilakukan pada tahun lalu.
 
Padahal, keamanan pangan menjadi hal yang sangat penting.
 
 
"Berarti pemerintah tidak belajar dari peristiwa haji yang lalu yang ini terkait dengan keamanan pangan, jadi salah satu kuncinya bahwa makanan tidak hanya memenuhi gizi proteinnya, vitaminnya, tapi juga keamanannya," pungkasnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.