Indonesia Punya 1,2 Juta Ha Lahan Kopi, Jokowi Dorong Hilirisasi

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong program hilirisasi untuk berbagai komoditas, baik pertambangan, pertanian, hingga perkebunan di Indonesia. Hal ini agar Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah dari komoditas hasil bumi.
Salah satunya, Jokowi mendorong hilirisasi pada komoditas kopi. Dia mengatakan, Indonesia memiliki lahan kopi hingga 1,2 juta hektare (ha), di mana Lampung Barat memiliki lahan kopi terbesar se-Indonesia mencapai 600.000 ha.
Dengan luas lahan tersebut, Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah dari hilirisasi kopi tersebut, melalui hilirisasi. Di mana Indonesia bisa mengekspor barang jadi agar bisa mendapat nilai tambah.
Baca Juga: Harga Kopi Lokal Tinggi, Jokowi Minta Mentan Beri Perhatian Khusus Genjot Produksi
"Saya melihat tadi di depan sudah banyak yang packaging-nya bagus siap untuk di ekspor. Harusnya semua begitu, tidak dalam bentuk mentahan-mentahan, yang sudah berpuluh beratus tahun kita lakukan ekapor dalm bentuk mentah. Harus dihilirisasi," kata Jokowi usai meninjau panen kopi di Lampung Barat, Lampung, Jumat (12/7/2024).
Tidak hanya kopi, Jokowi menekankan Indonesia juga harus melakukan hilirisasi terhadap komoditas pertanian dan perkebunan lainnya. Di antaranya, coklat hingga kelapa sawit.
Sebelummya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, harga kopi lokal di Indonesia terus mengalami kenaikan tiap tahun. Tak hanya itu, jumlah permintaan kopi, baik di dalam negeri maupun permintaan ekspor, juga terus naik.
Untuk itu, dia meminta Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, agar memberi perhatian khusus pada komoditas kopi, sehingga kenaikan harga ini bisa ditekan. Salah satunya, dengan meningkatkan jumlah produksi kopi.
"Saya sampaikan ke Mentan agar memberi perhatian pada kopi, yang paling penting produktivitas per hektarenya harus naik," kata Jokowi usai meninjau panen kopi di Lampung Barat, Lampung, Jumat (12/7/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








