Cuaca di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi Diprakirakan Cerah Berawan

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa cuaca di sebagian besar wilayah ibu kota provinsi diprakirakan cerah berawan pada Jumat (19/7/2024).
"Di Pulau Sumatera, cuaca diprakirakan cukup kondusif, yaitu cerah berawan hingga berawan, sementara Pulau Jawa juga cukup kondusif diprakirakan cerah hingga berawan," jelas Prakirawati BMKG, Syndhy Indah Pratiwi, melalui siaran prakiraan cuaca secara daring di Jakarta.
Untuk Kota Denpasar, Serang, Bengkulu, Jakarta Pusat, Gorontalo, Jambi, Bandung, Semarang, Pontianak, Tarakan, Pangkalpinang, Ternate, Mataram, Kupang, Pekanbaru, Mamuju, Makassar, Kendari, Manado dan Palembang diprediksi cerah berawan pada siang hari ini.
Baca Juga: Bukan Hanya di Pilkada 2024, Jokowi Effect Bakal Terus Ada
"Suhu udara berkisar antara 17-34 derajat Celcius, dengan kelembapan udara berkisar antara 45-100 persen," kata Syndhy.
Sementara Kota Banda Aceh, Yogyakarta, Surabaya dan Padang diprediksi cerah dengan suhu berkisar 23-33 derajat Celcius.
Beberapa wilayah yang diprakirakan mengalami cuaca berawan yakni Manokwari, Kota Jayapura, Ambon, Bandarlampung, Tanjung Pinang, Samarinda, Palangka Raya dan Banjarmasin.
Sedangkan Kota Medan diprediksi mengalami hujan ringan dengan tingkat kelembapan 65-95 persen.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Dipercaya Mampu Meredam Potensi Radikalisme di Indonesia
BMKG juga mengimbau masyarakat di Kota Tarakan agar mewaspadai potensi hujan petir pada malam hari nanti.
Selain itu, masyarakat di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Utara diminta agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Syndhy juga menyampaikan daerah tekanan rendah yang terpantau di perairan barat Filipina yaitu bibit siklon tropis 91 W dan di Laut Filipina sebelah utara Papua yaitu bibit siklon tropis 92 W.
"Daerah tekanan rendah ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi yang memanjang dari Laut Filipina bagian barat, Laut Sulawesi, hingga perairan timur Filipina," jelasnya.
Adapun, daerah konvergensi lainnya juga terpantau di Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara bagian Barat, Laut Seram, Laut Arafuru dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah tekanan rendah, dan sepanjang daerah konvergensi yang dilewati tersebut," demikian Syndhy.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 19 Juli 2024: Pisces Memiliki Karier yang Sudah Bagus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







