Andai Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Dipangkas Jadi Rp7.500 per Porsi, Dapat Apa Saja?

AKURAT.CO Beredar kabar anggaran program makan siang gratis Prabowo-Gibran akan dipangkas, dari Rp15.000 menjadi Rp7.500 per porsi. Hal itu didasarkan pada pertimbangan besarnya beban yang harus ditanggung APBN 2025 untuk menjalankan program tersebut.
Jika anggaran makan siang gratis menjadi Rp7.500 per porsi, maka bisa dapat apa saja?
Salah satu pedagang Warung Tegal (Warteg), Hartini (58), mengatakan bagi dirinya yang sudah belasan tahun menjual makanan, tidak akan cukup Rp7.500 memenuhi gizi anak-anak.
"Kalau Rp7.500 mah enggak cukup (memenuhi gizi anak). Saya sudah 14 tahun buka warung gini, paling kalau makan yang full gizi harga segitu ya harga 10 tahun lalu, sudah bisa makan ikan atau ayam lauknya," katanya saat diwawancarai Akurat.co, di Depok, Jawa Barat, Jumat (18/7/2024).
Dia menjelaskan, anggaran Rp7.500 hanya bisa untuk membeli nasi dan sayur tanpa lauk, atau nasi dengan lauk tanpa sayur. Sehingga menurutnya, jika harus dipangkas, maka angka minimalnya Rp10.000 per porsi.
Baca Juga: Beredar Isu Uang Makan Siang Gratis Dipangkas Jadi 7.500 per Porsi, Gibran: Kata Siapa?
"Kalau Rp15.000 mungkin iya, bisa lah isinya makanan bergizi. Mungkin isinya bisa telur, sayur yang fresh kayak brokoli, pakai ikan atau ayam, tambahannya bisa juga pakai tahu dan tempe," tutur Hartini.
Dia pun berharap, pemerintah tidak benar-benar merealisasikan dana sebesar Rp7.500 untuk makanan anak-anak. Sebab, hal itu ia jamin tidak akan cukup memenuhi gizi bagi anak-anak Indonesia.
"Harapan saya semoga dana Rp7.500 itu dibesarkan lagi. Saya yang tiap hari ngurusin makanan tahu banget itu harga tiap hari makin mahal, apa lagi ini kan katanya buat anak-anak, masa dikasih nasi sama telur dadar doang kalau Rp7.500 mah," demikian Hartini.
Sebagai informasi, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, anggaran makan siang atau makan bergizi gratis mencapai Rp 71 triliun. Sementara itu, anggaran untuk makanan per porsinya dijanjikan sebesar Rp 15.000.
Hal ini kemudian menjadi sorotan ekonom dari Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan. Ia mengaku sempat menjalin komunikasi dengan tim ekonomi Prabowo. Dia menyebut, ada kemungkinan bahwa anggaran untuk program tersebut dipangkas jadi Rp 7.500 per porsi.
"Tapi menurut saya yang menarik buat saya adalah ini, setelah dikomunikasikan angka itu Rp 71 triliun, kemudian tugasnya pak Presiden elected ke tim ekonominya ini tentu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa enggak diturunin dari Rp 15.000 mungkin ke Rp 9.000, ke Rp 7.500 kan kira-kira begitu," ujar Heriyanto di acara Mandiri Market Outlook 2024, Selasa (16/6/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








