Akurat
Pemprov Sumsel

Indonesia Produsen Kelapa Terbesar Kedua di Dunia, Jokowi Minta Produksi Ditingkatkan

Rizky Dewantara | 22 Juli 2024, 10:13 WIB
Indonesia Produsen Kelapa Terbesar Kedua di Dunia, Jokowi Minta Produksi Ditingkatkan

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekonomi hijau merupakan peluang dan potensi yang sangat besar bagi Indonesia ke depan. Baik yang berkaitan dengan coklat, kakao, vanili, kopi, selada, cengkeh, dan terutama kelapa.

Dia menjelaskan, Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar kedua di dunia, dengan luas lahan kelapa mencapai 3,8 juta hektare, dan produksi mencapai 2,8 juta ton per tahun. Di mana, wilayah dengan produksi kelapa terbesar adalah Sulawesi Utara dan Riau.

"Ekspor kita juga bukan jumlah yang kecil, mencapai USD1,55 juta. Ini adalah angka yang besar dan bisa ditingkatkan lagi kalau kita serius mengurus yang berkaitan dengan kelapa," kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Konferensi dan Pameran Kelapa Internasional ke-51, di Surabaya, Senin (22/7/2024).

Menurutnya, ada dua hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai peluang tersebut. Di antaranya, meningkatkan produksi kelapa dan hilirisasi untuk menaikkan nilai tambah.

Baca Juga: BPDPKS Dukung Terus Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit

Dalam meningkatkan produksi, kualitas bibit menjadi hal yang penting. Selain itu juga harus memoerhatikan pemeliharaan dan perawatan.

"Biasanya, ditanam, dibiarin, kalau ada buah baru diambil. Enggak pernah namanya ada pemeliharaan. Ketiga, metode cara panen. Kalau kita memiliki jutaan pohon kelapa, menyiapkan orang yang memiliki skill untuk memetik kelapa," imbuhnya.

Selanjutnya, hilirisasi. Dia menekankan, nilai tambah yang besar sangat penting bagi Indonesia, utamanya dalam menciptakan lapangan kerja.

"Riset, merupakan hal yang sangat penting. Jangan sampai kelapa sampai 20 meter, 30 meter. Kalau ada kelapa yang bisa langsung dipetik dari bawah akan lebih baik. Tapi buahnya juga jangan buah yang jumlahnya sedikit, buahnya yang banyak lebih baik. Ini perlunya riset," jelasnya.

Menurutnya, ada pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan Indonesia. Di mana, limbah kelapa dijadikan bioenergi dan bioavtur. Jokowi ingin, penghunaan bioenergi dan bioavtur bisa semakin meningkat, dan diminati negara-negara lain.

Untuk itu, Konferensi dan Pameran Kelapa Internasional ini menjadi penting bagi Indonesia, terutama untuk mengenalkan potensi besar kelapa di Indonesia. Juga memperluas jaringan, dan mencari peluang-peluang baru untuk pengembangan industri kelapa di Indonesia.

"Saya mengajak seluruh komunitas kelapa internasional untuk bersinergi memajukan industri kelapa yang berkelanjutan yang mendukung ekonomi hijau di dunia," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.