Akurat
Pemprov Sumsel

Kemensetneg Bantah Sewa 1.000 Alphard untuk Tamu Undangan HUT RI di IKN: Kami Sediakan Bus

Rizky Dewantara | 7 Agustus 2024, 11:26 WIB
Kemensetneg Bantah Sewa 1.000 Alphard untuk Tamu Undangan HUT RI di IKN: Kami Sediakan Bus

AKURAT.CO Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Setya Utama, membantah kabar bahwa pemerintah menyewa 1.000 unit Alphard senilai Rp25 juta per hari, untuk mobilitas saat upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dia menegaskan, Kementerian Sekretariat Negara menyediakan bus untuk mobilisasi para tamu undangan yang akan mengikuti upacara di IKN, Kalimantan Timur.

"Setneg tidak menyewa mobil, termasuk Alphard sejumlah 1.000 unit, karena kami akan menyediakan angkutan bus untuk undangan yang akan menghadiri upacara HUT RI di IKN," kata Setya melalui pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (7/8/2024).

Dia mengatakan, jumlah armada bus yang disiapkan juga tidak sebanyak 1.000 unit, melainkan sekitar 200 unit yang diatur oleh Kementerian Perhubungan bersama dengan Otorita IKN dan pemerintah daerah setempat.

Baca Juga: Rencana Sewa Mobil dan Penginapan untuk Tamu HUT RI di IKN Kemahalan, Ini Kata Moeldoko

"Jumlah busnya juga tidak sebanyak itu. Tolong konfirmasi ke asosiasi penyedia kendaraan Kaltim terkait angka itu," ucapnya.

Meski demikian, bus tersebut akan diutamakan digunakan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN, bagi petugas upacara, tamu undangan, termasuk juga para menteri. Sedangkan untuk kendaraan Presiden dan Wakil Presiden akan diatur oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Kendaraan lain yang digunakan adalah untuk rangkaian Presiden RI dan Ibu Negara serta kendaraan contigency seperti kendaraan cadangan dan ambulance," jelasnya.

Selain itu, kendaraan operasional untuk mengangkut logistik seperti truk dan mobil boks juga diperlukan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Rental Mobil Daerah Indonesia (Asperda) Kalimantan Timur, Damun Kiswanto, mengatakan permintaan pengadaan mobil dari Kemensetneg itu sekitar 1.000 unit, dan sudah dibayar uang muka 50 persen dari nilai kontrak.

Tetapi untuk memenuhi permintaan Kemensetneg, DPD Asperda Kaltim harus menambah unit mobil dari luar daerah karena keterbatasan unit mobil rental di wilayah itu.

Dalam memenuhi keterbatasan unit mobil tersebut DPD Asperda Kaltim melakukan koordinasi dengan DPP Asperda Indonesia yang sepakat memberikan dukungan sejumlah unit mobil untuk dikirimkan ke Kalimantan Timur.

"Unit mobil didatangkan dari Surabaya, Jakarta, Sidoarjo, Semarang, Solo, Makassar, Bali, dan Palu, dan diperjalanan menuju Kaltim," jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.