Ada 78 Bayi di Indonesia Meninggal Setiap Tahunnya, Paling Banyak karena Kelahiran Prematur

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan ada 78 ribu bayi di Indonesia yang meninggal setiap tahunnya, dari 4,6 juta yang dilahirkan.
Paling banyak terjadi di pulau Jawa, mengingat jumlah penduduk di daerah itu juga sangat besar. Dia menjelaskan, kematian bayi di Indonesia paling banyak disebabkan kelahiran prematur.
"Di Indonesia paling banyak (meninggal) karena prematur," kata Budi usai peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RS Ngoerah di Denpasar, Bali, dikutip Antara, Senin (2/9/2024).
Dia menyebutkan, pernikahan dini juga menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya masalah pada rahim istri. Sehingga bayi cepat lahir dengan bobot yang di bawah rata-rata kelahiran normal.
Baca Juga: Anak Kecil yang Meninggal Saat Bayi, Masuk Surga atau Neraka?
"Di Indonesia menikahnya terlampau cepat, ada masalah di kandungan, di bawah 37 minggu lahirnya," katanya.
Untuk menangani kasus tersebut, saat ini pemerintah membagi perawatan bayi dengan tingkatan berat saat kelahiran untuk menekan angka kematian bayi. Meski begitu, dia tidak menjelaskan secara detail terkait dengan mekanisme penanganan bayi di setiap tingkatannya, sehingga berpengaruh terhadap penekanan angka kematian bayi.
"Kita sudah bagi, di puskesmas bisa di bawah 2 kilogram, di 514 rumah sakit kabupaten/kota bisa di bawah 1,8 kilogram, rumah sakit provinsi bisa sampai 1 kilogram dan di bawah 1 kg RS vertikal kita," katanya.
Itulah sebabnya, Kementerian Kesehatan terus membangun lebih banyak pelayanan rumah sakit ibu dan anak untuk menangani kelahiran di bawah rata-rata dan mengurangi kematian bayi.
Dia merincikan, setelah pandemi COVID-19 selesai, pemerintah menargetkan ada 17 rumah sakit ibu dan anak yang akan didirikan di Indonesia, salah satunya Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Ngoerah Denpasar yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
Dari 17 tersebut, ada 12 yang pembangunannya sudah dimulai, sedangkan sisanya akan dimulai pada pemerintah presiden selanjutnya di mana pendanaannya sudah disiapkan.
Menurutnya, RS Ibu dan Anak menjadi kebutuhan penting untuk segera dibangun mengacu pada data kematian bayi yang banyak terjadi di Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Rumah Sakit (RS) Ngoerah, Kota Denpasar, Provinsi Bali.
Gedung baru yang megah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern serta canggih tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Bali.
"Ini akan mengurangi kematian ibu dan anak di Provinsi Bali dan pada umumnya di negara kita Indonesia," kata Jokowi, Senin (2/9/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








