BBM Rendah Sulfur, Tantangan Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran Demi Udara Bersih

AKURAT.CO Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam mengurangi polusi udara di kota-kota besar seperti Jakarta.
Upaya untuk meningkatkan kualitas udara dan memenuhi standar lingkungan internasional menuntut pemerintah Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk mempertimbangkan penggunaan BBM rendah sulfur sebagai kebijakan strategis yang krusial.
Kepala Divisi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Fajri Fadhillah, menekankan, peningkatan kualitas bahan bakar kendaraan bermotor akan membawa dampak signifikan dalam menurunkan polusi udara.
Baca Juga: Microsoft Outlook Hadir dengan Tampilan Baru dan Tema AI
"Perbaikan kualitas bahan bakar kendaraan bermotor akan mempengaruhi pengurangan emisi dan secara langsung berdampak pada peningkatan kualitas udara di perkotaan. Namun, yang lebih penting adalah meningkatkan kualitas dan aksesibilitas transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat luas, khususnya warga miskin kota," kata Fajri, Senin (21/10/2024).
Fajri berharap, pemerintahan Prabowo-Gibran dapat lebih tegas dalam menerapkan kebijakan yang memastikan subsidi BBM tidak dinikmati oleh kalangan kaya, melainkan diarahkan untuk mendukung perbaikan produksi BBM rendah sulfur.
“Subsidi yang tidak tepat sasaran seharusnya benar-benar bisa dialihkan untuk memperbaiki produksi BBM rendah sulfur. Ini menjadi ujian bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengatasi potensi konflik kepentingan dalam kebijakan ini,” tambah Fajri.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan lingkungan, termasuk BBM rendah sulfur.
Menurutnya, justifikasi ilmiah mengenai manfaat BBM rendah sulfur sudah jelas, namun yang masih menjadi pertanyaan adalah sejauh mana pemerintahan baru dapat melibatkan masyarakat dalam proses kebijakan ini.
Baca Juga: Harapan Raffi Ahmad di 10 Tahun Pernikahan, Sehidup Sesurga
“Apakah pemerintahan Prabowo-Gibran akan mampu menerapkan prosedur partisipasi publik dalam kebijakan ini? Kita baru bisa memberikan penilaian lebih lanjut setelah melihat susunan pejabat yang akan mengelola kebijakan terkait BBM rendah sulfur ini,” jelasnya.
Sementara itu, Guru Besar Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Puji Lestari, juga berharap pemerintahan baru mendukung penggunaan BBM rendah sulfur sebagai solusi utama dalam penanganan polusi udara.
“Harapan saya kepada pemerintah Pak Prabowo dan Mas Gibran adalah agar mereka memberi perhatian lebih terhadap masalah polusi udara di Indonesia, mengingat dampaknya yang besar terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Sudah saatnya Indonesia segera menerapkan BBM rendah sulfur,” tutup Puji Lestari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









