Tak Pakai APBN, Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang Pakai Uang Pribadi Prabowo

AKURAT.CO Agenda Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang, Jawa Tengah, tidak menggunakan APBN atau uang negara. Melainkan, menggunakan biaya pribadi dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
"Jadi acara ini memang dibuat oleh pak Prabowo, ini yang harus kita hormat juga sama beliau, apresiasi bahwa acara ini tidak pakai APBN, ini pakai biaya yang dikeluarkan sendiri oleh pak Prabowo. Jadi ini betapa beliau serius sebenarnya mempersiapkan acara ini," kata Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, saat menjadi narasumber Kompas TV, dikutip Senin (28/10/2024).
Karding menyatakan, acara Retreat Kabinet itu digelar karena Prabowo ingin seluruh jajaran kabinetnya kompak dan dapat bekerja sama layaknya sebuah tim sepak bola.
Baca Juga: Warga Magelang Antusias Sapa Prabowo Usai Retreat Kabinet Merah Putih
"Ternyata beliau berangkat dari filosofi kepemimpinan beliau, jadi beliau itu melihat bahwa kabinet ke depan ini harus seperti tim sepakbola," ujarnya.
Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto, juga sudah membeberkan apa alasannya menggelar Reatreat Kabinet Merah Putih di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Hal itu dilakukan karena adanya perbedaan latar belakang dari para pejabat publik dalam jajaran kabinetnya.
"Negara sebesar kita tidak mungkin berasal dari satu kelompok tidak mungkin berasal dari satu partai, mungkin saja nanti di kemudian hari, tapi sekarang saya kira masih sulit," kata Prabowo dalam wawancara ekslusif dengan Liputan6, dikutip Senin (28/10/2024).
Dia menilai, harus ada kerja sama yang baik diantara pejabat publik tersebut. Begitu juga dengan tokoh-tokoh elit, tokoh-tokoh politik dan tokoh tokoh kemasyarakatan.
Oleh karenanya, Retreat Kabinet Merah Putih dilakukan dengan tujuan agar para pejabat publik bisa punya ikatan dan kerja sama yang baik dalam membangun bangsa.
"Dengan demikian, dengan asal yang berbeda-beda, perlu proses saling mengenal, bounding, team building ini sangat dibutuhkan di setiap usaha, kalau kita mau bentuk tim sepak bola itu lama prosesnya team work, sehingga orang kerjanya itu baik, saling mendukung, saling mengisi, jadi ini usaha saya," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








