Akurat
Pemprov Sumsel

BKKBN Gandeng Pramuka dan GenRE untuk Atasi Tantangan Remaja Masa Kini

Arief Rachman | 20 November 2024, 10:47 WIB
BKKBN Gandeng Pramuka dan GenRE untuk Atasi Tantangan Remaja Masa Kini

AKURAT.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi remaja Indonesia saat ini, seperti kecenderungan enggan menikah hingga keputusan untuk tidak memiliki anak (childfree).

Dalam upaya mengatasi isu ini, ia mengajak Forum GenRe Indonesia dan Gerakan Pramuka untuk berkolaborasi memberdayakan generasi muda.

Ajakan ini disampaikan Wihaji saat menghadiri Orasi Kebangsaan dan Mimbar Pemuda yang digelar pada 16 November 2024.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum GenRe Indonesia bersama Dewan Kerja Nasional (DKN) Gerakan Pramuka serta BKKBN, mengusung tema "Pemuda Pemudi, Dulu, Kini, dan Nanti.”

Baca Juga: KPK Duga Uang Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Dibelikan Rumah dan Apartemen

Acara ini turut menghadirkan Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual, Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto, sebagai pembicara utama.

Dalam orasinya, Wihaji menyatakan bahwa remaja memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa.

Namun, berbagai fenomena baru, seperti keengganan menikah, keputusan childfree, hingga masalah kesehatan mental, menjadi tantangan besar.

“Remaja adalah aktor kunci pembangunan nasional. Masa depan bangsa ini ditentukan oleh kualitas remaja masa kini. Namun, ada banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Oleh karena itu, kami membutuhkan dukungan organisasi besar seperti GenRe Indonesia dan Pramuka untuk memberdayakan remaja agar siap menghadapi masa depan,” ujar Wihaji.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan melalui pembangunan keluarga yang kokoh sebagai fondasi sumber daya manusia berkualitas.

Baca Juga: Asyik! Jemaah Haji Indonesia 2025 Akan Dapat Makan Setiap Hari

Mayjen TNI (Purn) Toto Siswanto menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai pahlawan masa kini. Menurutnya, tanpa kontribusi dan partisipasi aktif pemuda, Indonesia sulit menjadi bangsa yang besar.

“Pemuda dan pemudi adalah pahlawan sejati. Nasib bangsa ada di tangan kalian. Oleh karena itu, kalian harus memiliki karakter kebangsaan dan patriotisme yang kuat,” tegas Toto Siswanto.

Sementara itu, Ketua Umum Forum GenRe Indonesia, I Putu Arya Aditia Utama, menekankan bahwa pembangunan keluarga adalah kunci utama dalam pembangunan nasional.

“Keluarga adalah *epicentrum of growth*. Kualitas sumber daya manusia ditentukan oleh keluarga. Karena itulah, GenRe hadir untuk mendampingi remaja mempersiapkan masa depan yang gemilang,” kata Arya.

Acara ini ditutup dengan deklarasi kebangsaan yang dipimpin oleh Ketua DKN Gerakan Pramuka, Raihan Sujaya.

Ia mengajak pemuda untuk memperkuat karakter dan mental sebagai generasi yang unggul dan kompetitif.

“Kita tidak belajar apapun di Pramuka, tetapi kita belajar banyak dengan Pramuka. Generasi masa depan harus memiliki karakter kuat dan siap bersaing,” ujar Raihan.

Acara ini juga melibatkan 15 organisasi dan komunitas pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk Forum GenRe Indonesia, Youth on Policy, Yayasan Seribu Satu Cita, Youth Ranger Indonesia, hingga Srikandi Berkarya.

Dengan semangat kolaborasi lintas organisasi, Wihaji optimistis bahwa remaja Indonesia dapat menjadi generasi emas yang membawa bangsa menuju kejayaan.  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.