Akurat
Pemprov Sumsel

Gerakan SIAP Lawan Dengue, Investasi untuk Kesehatan Karyawan dan Produktivitas Perusahaan

Mukodah | 21 November 2024, 20:11 WIB
Gerakan SIAP Lawan Dengue, Investasi untuk Kesehatan Karyawan dan Produktivitas Perusahaan

AKURAT.CO Dengue masih menjadi ancaman kesehatan serius secara global.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 70 persen populasi dunia berisiko terjangkit dengue.

Penyakit endemik ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu tetapi juga produktivitas nasional dan ekonomi.

Di Indonesia, dengue menyerang berbagai lapisan masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, sehingga menciptakan beban signifikan bagi sektor kesehatan dan tenaga kerja.

Menanggapi ancaman ini, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), PT Bio Farma, dan PT Takeda Innovative Medicines serta didukung Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan dan Perhimpunan Dokter Okupasi Indonesia (Perdoki) meluncurkan gerakan "Sinergi Aksi Perusahaan (SIAP) Lawan Dengue."

Gerakan ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi antara sektor publik dan swasta guna melindungi karyawan dan keluarga mereka dari risiko dengue.

Baca Juga: Tekan Kasus DBD, Dinkes Sebar Nyamuk Wolbachia di Jakarta Barat

Dengan mengedepankan pencegahan yang komprehensif, termasuk 3M Plus dan vaksinasi, SIAP Lawan Dengue bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Mewakili Menteri Kesehatan RI, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Ina Agustina Isturini, menyebut, peluncuran SIAP Lawan Dengue adalah kegiatan sangat menarik.

Mengingat situasi dengue yang menjadi masalah kesehatan dan beban penyakit cukup tinggi di Indonesia.

Pada 2024, jumlah kumulatif dengue di Indonesia sampai dengan minggu ke-45 adalah 217.019 kasus.

Incidence Rate (IR) sekitar 77,55 per 100 ribu penduduk dan terdapat 1.255 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,58 persen.

Kasus dengue terlaporkan dari 482 kabupaten/kota di 36 provinsi.

Sedangkan kematian akibat dengue terjadi di 259 kabupaten/kota di 32 Provinsi.

Baca Juga: Takeda Global Apresiasi Kepemimpinan Indonesia dalam Pencegahan dan Penanggulangan DBD

Beberapa tantangan yang dihadapi dalam penanggulangan dengue, antara lain masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda dan gejala dini dengue sehingga sering kali menyebabkan keterlambatan penanganan pasien.

Belum membudayanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, serta kegiatan lain untuk mencegah penularan dengue di masyarakat.

Banyak masyarakat yang menganggap bahwa PSN 3M Plus merupakan tanggung jawab tenaga kesehatan saja.

Terkait dengan penanggulangan dengue, pemerintah Indonesia mendukung komitmen WHO melalui melalui The Global Strategy for Dengue Prevention and Control 2012-2020 dan A Road Map for Neglected Tropical Diseases (NTDs) 2021-2030: Zero Dengue Death by 2030.

"Dengan telah ditentukannya target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030, Indonesia telah menyusun enam strategi nasional dalam penanggulangan dengue, yaitu penguatan manajemen vektor yang efektif, aman dan berkesinambungan; peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue; penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif; peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan; penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program dan kemitraan; dan yang tidak kalah penting pengembangan kajian, intervensi, inovasi dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti," Dokter Ina memaparkan, dalam keterangan resmi, Kamis (21/11/2024).

Ia menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa inovasi untuk mengurangi dengue menuju nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

Beberapa di antaranya adalah Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan serentak meluangkan waktu 10 menit pada pukul 10 selama minimal 10 minggu setiap hari Minggu untuk melaksanakan 3M Plus, dan kegiatan lain untuk mencegah penularan infeksi dengue.

Kedua, saat ini terdapat dua vaksin dengue yang telah mendapat izin edar dari Badan POM. Yang sementara ini dapat digunakan menjadi vaksinasi dengan skema pilihan atau berbayar, bekerja sama dengan pihak organisasi profesi di Indonesia.

Saat ini sedang dilakukan kajian dan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk dapat digunakan pada program pengendalian dengue secara luas berskala nasional.

Terakhir, pemanfaatan inovasi vektor berupa teknologi nyamuk Aides aegypti ber-Wolbachia yang dalam penelitian di Yogyakarta dan di negara-negara lain, seperti Brasil, Australia, Vietnam sudah terbukti efektif untuk pencegahan dengue.

Saat ini sedang dilakukan pilot implementasi Wolbachia di lima kota, sebelum diperluas dalam skala nasional, yaitu Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Tangerang, Kota Bontang dan Kota Kupang.

"Kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dan menginisiasi kerja sama secara terpadu seluruh pemangku kebijakan, para akademisi, organisasi profesi, mitra pembangunan dan masyarakat untuk bekerja sama menanggulangi dengue di Indonesia. Kementerian Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada PT Takeda Innovative Medicines yang telah menyelenggarakan kegiatan Sinergi Aksi Perusahaan (SIAP) Lawan Dengue dalam rangka meningkatkan dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat untuk pencegahan dan pengendalian penyakit dengue di Indonesia," jelas Dokter Ina.

Baca Juga: Tanggulangi DBD, Dengue Slayers Challenge Libatkan Ratusan Siswa

Sementara itu, mewakili Menteri Ketenagakerjaan, Darmawansyah, ST. MSI, menyampaikan bahwa kesejahteraan dan kesehatan pekerja adalah aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama.

"Kami di Kementerian Ketenagakerjaan mendukung penuh inisiatif seperti SIAP Lawan Dengue yang menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak positif bagi para pekerja di Indonesia," katanya.

Ia menyebut, program ini tidak hanya melindungi karyawan dari risiko dengue, tetapi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

"Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah serupa dalam mendukung kesejahteraan karyawan mereka. Bersama, kita dapat memastikan bahwa seluruh pekerja di Indonesia terlindungi dari infeksi dengue, sehingga mereka dapat terus bekerja dan berkarya dengan kondisi yang sehat dan optimal. Dengan langkah nyata seperti ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan individu, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh bangsa," terang Darmawansyah.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan Indonesia dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Indonesia telah menjadi role model bagi negara endemis lainnya dalam memerangi dengue dan kami di Takeda sangat menghargai upaya serta kepemimpinan Indonesia dalam mencapai kemajuan ini. Sebagai perusahaan yang berdedikasi pada pencegahan dengue, kami berkomitmen mendukung inisiatif-inisiatif kesehatan masyarakat di Indonesia, baik melalui pencegahan inovatif kami, maupun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan," ujarnya.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kemitraan publik-swasta yang erat, termasuk keterlibatan Takeda sebagai salah satu pendiri Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue.

Serta partisipasi dalam kampanye masyarakat seperti #Ayo3MplusVaksinDBD.

"Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, sektor medis, akademisi, masyarakat dan sektor swasta adalah kunci untuk menghadapi ancaman dengue secara efektif. Dengan adanya gerakan SIAP Lawan Dengue, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan langkah pencegahan dengue di lingkungan kerja. Sehingga karyawan terlindungi dari risiko penyakit ini dan dapat berkontribusi dengan lebih produktif serta sehat bagi perusahaan dan masyarakat," jelas Andreas.

Wakil Ketua Kadin Bidang Kesehatan Komite Penyakit Menular, dr. Michael Rampangilei, menyatakan bahwa kesehatan karyawan adalah salah satu aset utama bagi perusahaan dan kesejahteraan mereka adalah hak yang harus dipenuhi.

Pencegahan penyakit seperti dengue dinilai tidak hanya menjaga kesejahteraan individu, tetapi juga mendukung lingkungan kerja yang produktif dan efisien.

"Untuk itu, Kadin berkomitmen untuk memastikan bahwa pencegahan penyakit seperti dengue menjadi prioritas di tempat kerja. Melalui gerakan SIAP Lawan Dengue, kami bersama-sama dengan pemerintah, Takeda dan mitra lainnya mendorong perusahaan untuk menerapkan langkah pencegahan dengue yang menyeluruh. Karena ketika karyawan merasa aman dan terlindungi dari risiko penyakit, mereka dapat berkontribusi secara optimal. Langkah ini tidak hanya mendukung kesehatan para pekerja, tetapi juga menciptakan tempat kerja yang lebih sehat dan memungkinkan seluruh perusahaan di Indonesia untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi perekonomian nasional," tuturnya.

Baca Juga: Catat! 7 Cara Efektif Mencegah Penyakit DBD di Rumah

SIAP Lawan Dengue adalah gerakan kolaboratif yang didedikasikan untuk melindungi para pekerja Indonesia dari ancaman dengue serta menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif.

Dengan menggabungkan kekuatan perusahaan, pemerintah dan komunitas medis, gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan pencegahan komprehensif seperti vaksinasi di tempat kerja.

Gerakan ini mengajak perusahaan untuk bersama-sama memerangi dengue di Indonesia, mencegah penyebaran virusnya serta memastikan produktivitas -baik bagi individu maupun perusahaan-tetap terjaga.

Gerakan ini juga mengajak perusahaan untuk menjadikan kesehatan karyawan sebagai prioritas, dan bersama menciptakan masa depan yang lebih kuat dan sehat bagi seluruh pekerja dan keluarga di Indonesia.

Pada kesempatan ini, diberikan juga penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan pencegahan dengue secara komprehensif, di antaranya PT Danone Indonesia, PT Merdeka Copper Gold Tbk., GlaxoSmithKline Indonesia (GSK), PT Intects Teknitama Industri, PT Pertamina (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Perum Perhutani serta masih banyak perusahaan lainnya, baik swasta maupun BUMN.

Adapun, vaksin mencegah 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahun dan telah mengubah kesehatan masyarakat global.

Selama lebih dari 70 tahun, Takeda telah memasok vaksin untuk melindungi kesehatan masyarakat di Jepang.

Baca Juga: Vaksin DBD Tersedia Di Indonesia, Simak Syaratnya!

Saat ini, fokus unit vaksin global Takeda menerapkan inovasi untuk mengatasi beberapa penyakit menular paling menantang di dunia, seperti dengue, Covid-19, flu pandemi dan Zika.

Tim Takeda membawa rekam jejak yang luar biasa dan pengetahuan yang kaya dalam pengembangan dan pembuatan vaksin untuk memajukan jalur pipeline vaksin guna memenuhi beberapa kebutuhan kesehatan masyarakat yang paling mendesak di dunia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK