Aturan Pembatasan Perjalanan Dinas Luar Negeri Bentuk Konsisten Prabowo untuk Efisiensi

AKURAT.CO Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, menyambut baik kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan perjalan dinas luar negeri atau PDLN.
Khaeron menilai, keluarnya surat edaran tersebut sebagai bukti bahwa Prabowo konsisten terhadap janji-janjinya untuk melakukan penghematan dan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.
"Ya, ini adalah bentuk konsistensi dari keputusannya Pak Prabowo sebagai Presiden, bahwa untuk berpergian ke luar negeri bagi para pejabat, Menteri dan para pejabatnya, maka ada pembatasan," kata Khaeron kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (28/12/2024).
Sebagai informasi, surat edaran tersebut dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara dengan nomor B-32/M/S/LN.00/12/2024 tentang Kebijakan Izin Dinas Luar Negeri, yang diteken pada 23 Desember 2024.
Baca Juga: Prabowo Minta Pejabat Hemat Biaya Perjalanan Dinas untuk Efisiensi
Surat edaran ini akan menjadi rambu bagi para menteri, kepala lembaga, sampai kepala daerah seperti gubernur, bupati, walikota yang akan melakukan PDLN.
Politisi Partai Demokrat itu menilai, kebijakan pemerintah ini adalah hal yang baik dan perlu didukung agar sebagian besar anggaran negara bisa terserap untuk mensukseskan program-program yang secara langsung dapat menyentuh masyarakat.
"Saya kira ini adalah hal yang baik ya. Dan bahkan Pak Prabowo ambil alih bahwa untuk izin keluar negeri harus seizin dengan Presiden. Menurut saya ini adalah hal baik dan harus didukung oleh semua pihak untuk bisa mengefektifkan anggaran-anggaran negara ini bagi hal-hal yang lebih penting yaitu untuk program-program prorakyat," ujarnya.
Bukan hanya itu, bahkan, Khaeron juga siap mendukung kebijakan kenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 1 persen selama kenaikan itu ditujukan untuk mensukseskan program-program prorakyat.
"Bahkan kenaikan PPN 1 persen dari 11 menjadi 12 persen selama bahwa ini memang tujuannya untuk meningkatkan dan penguatan program-program prorakyat dan kemudian bisa mengimplementasikan terhadap asta cita yang lebih menyentuh langsung kepada rakyat, saya kira kita harus dukung bersama," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








