Istana Jelaskan Alasan Tak Ada Susu dalam Paket Makan Bergizi Gratis di Jakbar

AKURAT.CO Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Dedek Prayudi, menjelaskan terkait tidak adanya menu susu dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dibagikan di sejumlah sekolah di Jakarta Barat pada hari ini.
Dia menerangkan, susu bukanlah menu wajib yang harus disajikan setiap hari dalam paket MBG. Terpenting, yaitu memastikan bahwa setiap paket makanan yang didistribusikan telah memenuhi standar gizi.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia itu juga menegaskan, bahwa gizi yang berasal dari susu bisa saja digantikan dengan menu makanan yang lainnya.
"Hari ini bisa saja dengan susu pemenuhan proteinnya, besok dengan yang lain. Kayak hari ini saya lihat ada tahu, dan juga ada dada ayam, itulah pemenuhan gizi untuk proteinnya yang bisa saja besok berganti susu, misalnya ayamnya besok enggak dada, cuma sayap, ada susu," kata Dedek saat meninjau program MBG di SD Barunawati, Jakarta Barat, Senin (6/1/2025).
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jakarta Targetkan 17 SPPG Beroperasi di Januari 2025
"Jadi sekali lagi, tidak ada standar menu, yang ada adalah standar gizi, standar higienitas, dan standar tata kelola limbah yang berkelanjutan," tambahnya.
Untuk diketahui, menu makanan yang dibagikan di SD Barunawati per hari ini terdiri dari paket nasi, ayam tepung, tahu goreng, tumis kacang panjang hingga jeruk.
SD Barunawati sendiri menjadi salah satu sekolah yang menjadi sasaran distribusi paket MBG dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah. Ada sebanyak 215 siswa SD Barunawati yang menjadi penerima manfaat dari program ini.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, meluruskan terkait ketiadaan susu dalam paket menu makanan, yang dibagikan dalam program makan bergizi gratis di beberapa sekolah di Jakarta.
Agus menjelaskan, susu memang tidak menjadi menu wajib harian. Namun, susu akan tetap masuk dalam paket makanan sebanyak dua sampai tiga kali seminggu.
"Untuk masalah susu itu direncanakan karena memang hari ini belum ada, seminggu dua sampai tiga kali. Jadi memang tidak tiap hari, jadi ditargetkan seminggu kira-kira dua sampai tiga kali ada susunya," kata Agus Jabo saat meninjau program MBG di SD Barunawati, Jakarta Barat, Senin (6/1/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







