DPR Minta Kepala Otorita IKN Susun Target yang Realistis: Jangan Muluk-muluk

AKURAT.CO Anggota Komisi II DPR RI, Indrajaya, merespons target Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, yang akan merampungkan pembangunan infrastruktur sektor legislatif dan yudikatif di IKN pada 2028 mendatang.
Dia menilai, target tersebut terlalu bombastis. Dia lantas mengingatkan OIKN, agar lebih realistis dan menerapkan target pencapaian pembangunan yang terukur, mengingat APBN 2025 untuk IKN hanya sebesar Rp 6,3 triliun dari rancangan anggaran sebesar Rp400,3 triliun.
"Target OIKN terkesan muluk-muluk, karena itu perlu tahapan pembangunan yang terukur, termasuk upaya menyelesaikan berbagai dampak pembangunan yang terjadi," ujar Indrajaya kepada wartawa di Jakarta, Selasa (7/1/2025).
Baca Juga: Hampir Terealisasi 100 Persen, Anggaran IKN di 2024 Capai Rp43,4 Triliun
Dia menyadari, target Ketua OIKN tersebut merupakan imbas dari rencana Presiden Prabowo Subianto yang akan berkantor di IKN pada 17 Agustus 2028. Namun, Prabowo mensyaratkan bila IKN telah berfungsi sebagai Ibu Kota Politik.
"Artinya, selain Istana Negara, di IKN juga telah berdiri Gedung DPR RI, Mahkamah Agung, Kejaksaan RI, dan Mabes Polri," terangnya.
Kendati begitu, dia berharap agar Ketua OIKN juga dapat menerjemahkan keinginan presiden lebih realistis dan argumentatif. Dia mengingatkan, bahwa perpindahan ibu kota bukan hanya dilihat dari kecepatan, tetapi juga dari kesiapan.
"Membangun Gedung DPR, Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung selain berbiaya besar, lahan yang luas, juga harus memperhatikan sumber air, listrik, akses atau jalan, serta dampak-dampak yang akan terjadi. Ini tidak mudah, perlu kajian mendalam yang melibatkan banyak ahli," terangnya.
"Perpindahan ke IKN bukan soal kecepatan tapi kesiapan," urainya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







