Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Diminta Kritisi Gencatan Senjata Israel-Palestina, Dicurigai Jadi Modus Trump Usir Warga Gaza

Atikah Umiyani | 30 Januari 2025, 16:51 WIB
Prabowo Diminta Kritisi Gencatan Senjata Israel-Palestina, Dicurigai Jadi Modus Trump Usir Warga Gaza

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, diminta untuk aktif mengkritisi pelaksanaan gencatan senjata antara Palestina-Israel.

Sebab, gencatan senjata ini diduga menjadi modus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengusir secara halus warga Gaza dari tanah airnya, sekaligus memuluskan langkah Israel untuk menguasai Palestina secara keseluruhan.

Apalagi, ada upaya Trump untuk merelokasi sebagian pengungsi Gaza ke luar wilayah Palestina, ke Indonesia, Yordania dan Mesir selama rekonstruksi pasca perang berlangsung.

Baca Juga: Wamenlu dan Baznas Bahas Strategi Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata

"Saya ingin menegaskan, bahwa konflik Palestina ini sebenarnya adalah konflik terkait dengan masalah tanah. Karena tanah yang seharusnya punyanya rakyat Palestina ini, diokupasi dan diduduki oleh Israel," kata Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Prof Hikmahanto Juwana, melalui keterangannya, Kamis (30/1/2025).

"Kenapa saya katakan setuju untuk dikritisi, karena ada yang mendasarinya. Tim mediatornya dari Qatar Mesir, dan Amerika Serikat. Sementara Amerika sendiri, terpecah dua kubu, yakni kubunya Joe Biden dan Donald Trump," sambungnya.

Dia menjelaskan, kubu Trump yang dimotori Partai Republik, selama ini lebih menyukai perang daripada perdamaian. Sehingga, agak janggal apabila AS meminta Israel untuk menyetujui gencatan senjata.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu, juga diketahui menolak gencatan senjata. Sehingga dia menduga, ada kesepakatan terselubung antara Trump dan Netayanhu soal Gaza dan Palestina.

"Ketika semua sandera Israel sudah dibebaskan, maka semua petinggi dan pengikut Hamas harus dihabisi, serta Gaza harus dikuasai Israel dengan merelokasi rakyat Palestina," katanya.

Dia curiga, gencatan senjata menjadi alasan terbaru untuk masuk kembali ke Gaza pasca Israel terbukti gagal memerangi Hamas.

Baca Juga: Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Palestina, Wamenlu Ajak Semua Pihak Bangun Gaza Kembali

"Sekarang ini sudah kelihatan namanya pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel, ada saja rakyat Palestina yang dibunuhi tiap hari. Saya kira ini adalah taktik agar Israel tetap bisa masuk Gaza," ujarnya.

Dia berharap, agar situasi gencatan senjata ini dapat dimanfatkan Presiden Prabowo Subianto untuk memainkan peran Indonesia secara maksimal mendukung kemerdekaan Palestina.

"Inilah kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan hal terdepan. Pertama, kehadiran pasukan kesehatan kita ditambah. Kedua mendapatkan mandat dari PBB untuk peacekeeping. Ketiga mengajak negara lain masuk dan membantu rekonstruksi Gaza. Kempat, mendorong Palestina segera merdeka melalui two state solution," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.