Akurat
Pemprov Sumsel

DPR Dukung Presiden Prabowo Segera Bangun Giant Sea Wall untuk Lindungi Warga Pesisir

Atikah Umiyani | 3 Maret 2025, 21:59 WIB
DPR Dukung Presiden Prabowo Segera Bangun Giant Sea Wall untuk Lindungi Warga Pesisir

AKURAT.CO Sejumlah anggota DPR RI mendukung pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menilai bahwa pembangunan GSW sebagai langkah efektif untuk mencegah abrasi, banjir rob dan kerusakan ekosistem laut yang merugikan warga pesisir.

Terutama di kawasan Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura).

"Saya melihat ini sebagai bagian dari upaya besar pemerintah dalam mengatasi ancaman abrasi laut dan banjir rob, khususnya di wilayah pesisir utara Jawa. Secara konsep, proyek semacam ini memang bisa menjadi solusi untuk mengurangi dampak kenaikan muka air laut," tuturnya, kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Namun demikian, Johan menilai, proyek GSW harus disertai kajian yang mendalam terkait efektivitas, dampak lingkungan serta keberlanjutan ekonomi dan sosialnya.

Misalnya, pembangunan GSW jangan sampai merusak ekosistem bakau, terumbu karang atau mengganggu mata pencaharian nelayan.

Baca Juga: Warga Pesisir Dihantui Abrasi dan Rob, Menko AHY Bicara Kelanjutan Proyek Giant Sea Wall

"Kedua, selain infrastruktur besar seperti GSW, pendekatan berbasis alam seperti rehabilitasi mangrove dan pemulihan ekosistem pesisir harus diutamakan. Di beberapa negara, proyek serupa menghadapi kendala teknis dan pembengkakan biaya, jadi harus dipastikan bahwa ini benar-benar solusi yang paling optimal," jelasnya.

Pandangan senada disampaikan Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo.

Ia menilai proyek GSW punya manfaat besar, khususnya untuk melindungi warga pesisir dari terjangan banjir rob, abrasi serta kerusakan ekosistem laut.

"Kalau ditanya seberapa penting, Giant Sea Wall memang kebutuhan yang mendesak. Dengan giant sea wall ini, efektif untuk mengatasi semakin tingginya abrasi khususnya di wilayah Pantura," kata politikus senior Partai Golkar itu.

Hanya saja, Firman menyebut adanya persoalan utama yang terkait biaya pembangunan GSW.

Perlu inovasi dan upaya lebih serius untuk memecahkan masalah finansial. Apalagi saat ini pemerintah gencar melakukan efisiensi anggaran.

Baca Juga: Giant Sea Wall Mendesak Dibangun untuk Lindungi Warga Pesisir Pulau Jawa

Warga Banten Mendesak

Pemerintah Provinsi Banten berharap rencana pembangunan proyek infrastruktur tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Pulau Jawa yang dimulai dari Banten akan membantu mencegah abrasi untuk masyarakat pesisir, segera direalisasi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Mahdani, menilai, proyek ini penting bagi Banten, terutama dalam mengatasi abrasi yang mengancam kawasan pesisir seperti di Pontang.

"Iya kalau kita terbuka ya, apalagi kan kita juga sering terjadi abrasi. Abrasi ini juga berdampak pada tanah pertanian dan tambak yang menjadi sumber ekonomi masyarakat," katanya.

Mahdani mengungkap, hingga saat ini, proyek yang merupakan inisiatif pemerintah pusat tersebut belum secara resmi melibatkan daerah dalam tahap perencanaannya.

Dia mengatakan, jika Giant Sea Wall dibangun dalam radius 0–12 mil laut dari garis pantai, maka Pemprov Banten berpotensi terlibat dalam pembahasannya karena itu masuk dalam kewenangan provinsi.

Namun, sejauh ini pihaknya masih menunggu kepastian teknis dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Giant Sea Wall, Tembok Penghalang Laut Yang Cegah Jakarta Tenggelam

"Soal bentuk proyek ini seperti apa, apakah nanti masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) atau tidak, kita masih menunggu arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta kementerian terkait," jelasnya.

Tahap Awal GSW Jakarta-Cirebon

Presiden Prabowo Subianto disinyalir juga sudah memiliki jawaban soal anggaran untuk membangun tanggul laut raksasa di Pantura atau mulai Banten hingga Gresik, Jawa Timur.

Anggaran untuk mendukung pembangunan proyek tersebut siap dikucurkan.

"Tapi kita akan putuskan, kita akan mulai dengan kekuatan kita sendiri, jangan ragu. Ini bukan potensi lagi. Kita jelas punya, uangnya siap kita mulai secepatnya," kata Presiden Prabowo, saat penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Jakarta pada Selasa (25/1/2025).

Presiden Prabowo optimistis, proyek GSW bisa berjalan, kendati belum bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pembangunannya.

"Giant Sea Wall yang akan selamatkan Pantai Utara Jawa. Giant Sea Wall harus dari Banten sampai ke Gresik, sekian ratus kilometer harus kita bangun," katanya.

Baca Juga: Tiga Calon Gubernur Jakarta Sepakat Lanjutkan Proyek Giant Sea Wall

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut, pembangunan tanggul laut raksasa masuk PSN tahun 2025.

Tahap awal dibangun tanggul laut raksasa Jakarta-Cirebon yang terhubung dengan tanggul pengendali banjir dan rob di Tambaklorok, Semarang, yang sudah dibangun lebih dulu.

Dikatakan Airlangga, Presiden Prabowo telah memberi arahan kepada jajaran menteri untuk menyiapkan skema pembiayaan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan Giant Sea Wall Jakarta-Cirebon.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK