Akurat
Pemprov Sumsel

Komitmen Eddy Soeparno Perjuangkan Regulasi Permudah Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Mukodah | 20 Maret 2025, 17:40 WIB
Komitmen Eddy Soeparno Perjuangkan Regulasi Permudah Investasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

AKURAT.CO Pimpinan MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo di Kota Surabaya.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi energi listrik, serta mendukung pengembangan teknologi waste to energy di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Eddy, saat ini Indonesia menghadapi darurat sampah, di mana menghasilkan 56 juta ton sampah per tahun.

"Dari 56 juta ton sampah yang dihasilkan, yang terkelola hanya 40 persen. Situasi darurat sampah ini menyebabkan bukan hanya masalah lingkungan tapi juga masalah kesehatan dan lebih dari itu masalah sosial yang berkepanjangan," jelasnya.

Menurut Eddy, PLTSa Benowo adalah contoh konkret bagaimana sampah direduksi secara signifikan dan sekaligus diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Baca Juga: Pegawai Setjen MPR RI Antusias Ikuti Workshop Chunky Bag, Dorong Kreativitas dan Potensi UMKM

"Teknologi waste to energy seperti ini harus kita kembangkan di seluruh Indonesia untuk mengurangi volume sampah sekaligus menyumbang pasokan energi terbarukan," katanya.

Karena itu, dalam tugasnya sebagai Wakil Ketua MPR dan di Komisi XII DPR, Eddy berkomitmen untuk memperjuangkan regulasi agar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah menarik minat investor.

"Kami terus mendorong evaluasi terhadap regulasi agar semakin banyak lagi investor tertarik bermitra dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Termasuk dalam hal ini skema penyewaan aset pemda, tipping fee dan harga jual listrik PLN," jelasnya.

Secara khusus, Eddy meyakini skema waste to energy yang dikembangkan PLTSa Benowo memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu pengurangan sampah karena dikelola menjadi sumber energi terbarukan.

"Harapannya dengan regulasi yang memudahkan investor mengelola sampah, maka mendapatkan tiga hal sekaligus. Pertama, hadirnya investasi yang sekaligus membuka lapangan kerja. Kedua, mendorong percepatan transisi energi dan Ketiga menangani permasalahan sampah yang sudah akut di seluruh daerah di Indonesia," terangnya.

Baca Juga: Ketua MPR: Presiden Prabowo Berbelasungkawa Atas Gugurnya Tiga Anggota Polri di Lampung

PLTSa Benowo saat ini mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 11 megawatt listrik yang disalurkan ke jaringan PLN.

Eddy berharap, keberhasilan PLTSa Benowo dapat menjadi model bagi daerah lain untuk mengembangkan fasilitas serupa.

"Saya berharap, ke depan semakin banyak daerah yang mengadopsi teknologi waste to energy seperti di Benowo. Dengan demikian, kita dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan bagi masyarakat," jelas Anggota Komisi XII DPR, yang membidangi masalah lingkungan hidup tersebut

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK