AKURAT.CO Menteri Agama, Nasaruddin Umar, diduga terlibat dalam sejumlah kasus amoral dan penyalahgunaan wewenang.
Dugaan tersebut mencuat setelah investigasi yang dilakukan oleh sejumlah pihak mengungkap adanya indikasi pelecehan seksual terhadap beberapa perempuan serta berbagai pelanggaran etika dalam kepemimpinannya.
Aliansi Pemuda Lintas Agama bersama dengan Ketua Masyarakat Anti Pelecehan dan Aliansi Pemuda Islam Nusantara mengungkapkan bahwa beberapa korban bersedia memberikan kesaksian terkait perilaku Menteri Agama.
Baca Juga: Menag Bantah Ada 'Negara dalam Negara' di PIK: Contoh Miniatur Indonesia
Di antara mereka adalah perempuan berinisial S, seorang pekerja EO, serta N, pegawai BUMN terkemuka di Indonesia. Selain itu, beberapa mahasiswi dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) juga dikabarkan siap mengungkap pengalaman mereka.
Dikutip dari akun TikTok @azizamnann, Rabu (26/3/2025), salah satu korban, S, mengaku pernah dirayu dan disentuh oleh Menteri Agama dengan ajakan menikah, meskipun dirinya masih memiliki suami. Sementara itu, N diduga memiliki hubungan khusus dengan Menteri Agama saat menjabat sebagai Komisaris di BUMN tempatnya bekerja.
"Korban-korbannya telah dimintai keterangan dan bersedia memberikan kesaksian ke publik mengenai perilaku Menteri Agama Nasaruddin Umar," ujar Tiktoker tersebut.
Selain dugaan pelecehan seksual, Menteri Agama juga dituding melakukan berbagai pelanggaran lainnya, termasuk:
- Penyalahgunaan Jabatan. Memegang banyak posisi sekaligus, seperti Rektor PTIQ, Imam Besar Masjid Istiqlal, dan Menteri Agama, yang menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi anggaran dan indikasi praktik KKN
- Manipulasi Publik. Mengklaim menekan biaya haji, tetapi justru mengusulkan kenaikan hingga Rp96 juta
- Pelanggaran Regulasi. Mengangkat pejabat tanpa melalui seleksi terbuka dan melindungi individu yang diduga memiliki rekam jejak amoral
- Kontroversi Penafsiran Agama. Menyederhanakan 6.666 ayat Al-Quran menjadi satu kata, yaitu "cinta", yang diduga mencerminkan kepentingan pribadinya
- Nepotisme. Diduga menempatkan orang-orang dari daerah asalnya di berbagai posisi strategis di Kementerian Agama
Atas dasar berbagai tuduhan tersebut, aliansi masyarakat dan mahasiswa mendesak Presiden Prabowo untuk segera mencopot Nasaruddin Umar dari jabatannya sebagai Menteri Agama.
Mereka menilai bahwa keberadaan seorang pejabat yang diduga cacat moral dapat berdampak buruk pada bangsa dan mencoreng integritas lembaga keagamaan di Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Agama belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Aliansi Pemuda Lintas Agama menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mengungkap lebih banyak kesaksian jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









