Kementerian Kebudayaan dan Yapsekarta Sinergikan Teknologi dan Tradisi untuk Pelestarian Budaya Jawa

AKURAT.CO Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi yang dipimpin oleh Restu Gunawan, menerima audiensi dari Yayasan Pencinta Sejarah Kasultanan Ngayogyakarta (Yapsekarta).
Pertemuan ini menandai sinergi strategis antara pemerintah dan komunitas budaya dalam upaya pelestarian warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Kasultanan Ngayogyakarta, dengan memanfaatkan inovasi teknologi terkini.
Dalam sambutannya, Restu Gunawan menegaskan komitmen kementerian dalam mengadopsi teknologi sebagai alat utama perlindungan dan pengembangan budaya.
"Kolaborasi dengan komunitas budaya seperti Yapsekarta adalah langkah penting untuk memastikan warisan budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai dinamika zaman. Teknologi memainkan peran krusial dalam memperluas akses dan relevansi budaya, terutama bagi generasi muda," ujarnya, Kamis (27/3/2025).
Kementerian menyoroti berbagai program prioritasnya, termasuk inventarisasi cagar budaya, pengembangan museum berbasis teknologi, diplomasi budaya global, serta penguatan desa budaya.
Restu juga menambahkan, masyarakat, terutama generasi muda, semakin antusias dalam merespons program-program berbasis digital, yang membuktikan bahwa tradisi dapat terus hidup dan menjadi sumber inspirasi di era modern.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 2025, Diawali Lawan Korea Selatan 4 April
Dalam kesempatan ini, Yapsekarta memaparkan berbagai gagasan inovatif yang menggabungkan teknologi dan budaya.
Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi phygital (gabungan fisik dan digital) untuk merevitalisasi warisan budaya Jawa.
Beberapa inisiatif yang mereka usulkan meliputi integrasi blockchain untuk transparansi kepemilikan benda seni dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam digitalisasi naskah kuno.
Ketua Dewan Pembina Yapsekarta, R. Yulius Bayu Susilo Harto, menyampaikan, inovasi ini bertujuan untuk menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas.
"Kami ingin membawa budaya Indonesia ke era digital tanpa menghilangkan esensi tradisinya. Dengan pendekatan teknologi seperti blockchain dan AI, pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara yang lebih efisien, transparan, dan menarik bagi generasi muda," ujarnya.
Kementerian Kebudayaan menyambut baik inisiatif Yapsekarta dan menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam pelestarian budaya.
"Kami mendukung penuh inisiatif yang selaras dengan visi Kementerian, terutama dalam menggabungkan kearifan lokal dengan kemajuan teknologi. Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi sebuah gerakan kolektif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan," tegas Restu.
Lebih lanjut, Kementerian juga melihat bahwa langkah Yapsekarta merupakan contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif berbasis digital dapat berkembang tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya.
"Pendekatan ini sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan inovasi yang tepat, budaya kita tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin dikenal di tingkat global," pungkasnya.
Melalui pertemuan ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan kembali komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sinergi antara teknologi dan tradisi diharapkan dapat membawa pelestarian budaya ke arah yang lebih progresif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










