Direksi Pelindo Wajib Dievaluasi Total Usai Insiden Macet Horor di Tanjung Priok

AKURAT.CO Macet horor yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu terus menuai sorotan banyak pihak.
Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah tegas terhadap manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), menyusul insiden macet horor yang merugikan secara ekonomi maupun sosial.
Dia meminta agar Menteri BUMN, Erick Thohir, mengganti seluruh jajaran direksi dan komisaris Pelindo sebagai bentuk akuntabilitas atas macet horor yang sempat melumpuhkan arus logistik nasional.
"Pergantian total jajaran direksi dan komisaris Pelindo penting sebagai bentuk pertanggungjawaban, sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Sugiyanto, saat dihubungi wartawan, Senin (21/4/2025).
Baca Juga: Macet Parah Tanjung Priok, Indikasi Lemahnya Sistem Logistik di Indonesia
Macet horor di Pelabuhan Tanjung Priok dipicu oleh lonjakan aktivitas bongkar muat di Terminal NPCT 1.
Hal ini terjadi usai tiga kapal besar yaitu MSC Adu V, Ever Balmy dan Starship Venus bersandar bersamaan di luar jadwal yang telah ditetapkan.
Akibatnya, truk kontainer yang masuk melonjak drastis hingga 4.200 unit per hari. Hampir dua kali lipat dari kapasitas normal sebanyak 2.500 unit.
Sugiyanto menilai manajemen Pelindo kurang sigap mengantisipasi lonjakan tersebut.
Dia mempertanyakan mengapa tiga kapal tersebut tidak dialihkan ke terminal lain seperti UPK1 atau UTPK Koja yang juga memiliki kapasitas besar.
Baca Juga: Macet Parah di Tanjung Priok, Pramono Bakal Beri Teguran Keras ke Pelindo
"Seharusnya Pelindo bisa membagi beban bongkar muat ke terminal lain. Ini soal manajemen dan kesiapan menghadapi kondisi tak terduga," ujarnya.
Sugiyanto juga menyoroti absennya contingency plan atau rencana darurat dalam penanganan situasi kritis seperti macet horor yang terjadi.
Dia menilai lemahnya perencanaan dan antisipasi Pelindo telah memperburuk situasi di lapangan.
"Ini menyangkut wajah logistik nasional. Pelindo semestinya sudah punya skenario darurat. Jangan sampai publik dan dunia usaha jadi korban dari ketidaksiapan manajemen," jelasnya.
Sugiyanto menambahkan, momentum macet horor yang terjadi pekan lalu harus menjadi titik evaluasi serius terhadap sistem pengelolaan pelabuhan di Indonesia.
Baca Juga: Kerap Bikin Macet, Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar di Sekitar Blok G Tanah Abang
Khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok yang menjadi gerbang utama perdagangan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







