Dedikasi Dokter IDI Bersama TCK EMT Indonesia Menangani Ribuan Korban Gempa Myanmar

AKURAT.CO Gempa bumi dahsyat mengguncang Myanmar, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah serta jatuhnya ribuan korban jiwa dan luka-luka pada 1 April 2025 lalu.
Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antarnegara ASEAN, pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan Tim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar.
Salah satu kekuatan utama dalam misi kemanusiaan ke Myanmar adalah Tim Tanggap Cepat Emergency Medical Team (TCK EMT) Indonesia.
Sebanyak 15 dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tergabung dalam tim ini.
Mereka terdiri dari dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, kedokteran emergensi, anak serta dokter umum.
Baca Juga: Baznas Salurkan 10 Ribu Sarung untuk Masyarakat Muslim Terdampak Gempa Myanmar
Keberagaman keahlian para tenaga medis ini menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, menjawab berbagai kebutuhan medis yang kompleks akibat bencana.
TCK EMT Indonesia mendirikan medical center di area 50 Bed Oattara Thiri Township Hospital, Naypyitaw, ibu kota Myanmar.
Fasilitas ini beroperasi penuh selama 15 hari, sejak 3-21 April 2025, dengan waktu pelayanan setiap hari pukul 08.30 sampai 16.30 waktu setempat, tanpa libur.
Dalam periode pelayanan tanggal 7-21 April 2025, TCK EMT Indonesia menangani sebanyak 4.874 pasien dengan rata-rata 324 pasien per hari.
Jumlah ini melampaui standar pelayanan EMT Level 1 Fixed menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang hanya menetapkan kapasitas 100 pasien per hari.
Baca Juga: Di Sidang Parlemen Internasional, BKSAP DPR Perjuangkan Resolusi Palestina dan Myanmar
Hal ini menunjukkan tingginya efektivitas dan dedikasi tim medis, terutama para dokter IDI yang berada di garda terdepan.
Pada hari ini (Selasa, 22/4/2025), dilakukan penyerahan resmi operasional rumah sakit lapangan dari TCK EMT Indonesia kepada otoritas kesehatan Myanmar.
Dalam acara serah terima, Koordinator TCK EMT Indonesia, dr. Eko Medistianto, menyampaikan apresiasi kepada Direktur RS 50 Bed Hospital dan perwakilan Kementerian Kesehatan Myanmar atas dukungan dan kerja sama yang solid selama misi berlangsung.
Dr. Swe Zin Win, selaku Regional Health Director Naypyitaw, mewakili Kementerian Kesehatan Myanmar, mengucapkan terima kasih atas layanan kesehatan yang diberikan kepada warga Naypyitaw.
Dia juga mengapresiasi perlengkapan lengkap yang dibawa tim Indonesia dan menyatakan.
Baca Juga: Indonesia Kirim Bantuan Obat-obatan hingga Kebutuhan Pokok Rp19,8 Miliar ke Myanmar
"Kami belajar banyak dari TCK EMT Indonesia, terutama tentang bagaimana membentuk tim tanggap darurat yang terorganisir dan sesuai standar internasional," katanya, melalui keterangan resmi IDI.
Turut hadir pula Dr. Wah Wah Nyunt Shwe, TMO dan Direktur Oattarathiri 50 Bed Hospital, yang menyampaikan penghargaan atas sinergi yang tercipta antara tenaga medis lokal dan tim dari Indonesia.
Sementara itu, Contigen Commander sekaligus Ketua Delegasi Tim Bantuan Kemanusiaan Indonesia, Brigjen (Purn) Ary Laksmana Widjaja dari BNPB, menyebut bahwa kehadiran tim ini merupakan perwujudan nyata kepedulian pemerintah Indonesia kepada masyarakat ASEAN, khususnya Myanmar.
"Kami datang membawa semangat kemanusiaan dan solidaritas. Bantuan ini adalah bukti perhatian tulus Indonesia kepada saudara-saudara kita di Myanmar," ujarnya.
Misi kemanusiaan ini bukan hanya soal bantuan medis tetapi juga diplomasi solidaritas.
Baca Juga: Pasca Gempa Dahsyat, Oposisi Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Demi Misi Kemanusiaan
Dedikasi para dokter anggota IDI bersama TCK EMT Indonesia telah meninggalkan jejak yang membanggakan, sebuah bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









