PUIC 2025 Digelar di Indonesia, Lanjutkan Semangat Konferensi Asia Afrika 1955

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan perhelatan Konferensi ke-19 Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta, akan menjadi momen untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.
Di mana PUIC 2025 akan digelar 12-15 Mei di Gedung DPR, yang berarti hanya beberapa pekan setelah peringatan 70 tahun KAA di Bandung, 18 April lalu.
"Spirit Bandung tidak berhenti di tahun 1955. Tahun 2025 adalah saat yang tepat bagi kita untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas global Selatan-Selatan, dan PUIC adalah panggung strategis untuk itu," ujar Puan dalam keterangannya, Minggu (11/5/2025).
Menurutnya, PUIC 2025 akan menjadi forum lintas batas yang mendorong diplomasi berbasis solusi konkret, bukan sekadar forum seremonial.
Baca Juga: DPR Jadi Tuan Rumah PUIC, Tegaskan Kepemimpinan Indonesia di Dunia Islam
Dia berharap, kehadiran pimpinan parlemen negara-negara Islam di Jakarta akan memperkuat kerja sama antarnegara dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan serta kedaulatan.
"Lewat PUIC, kita akan membangun panggung kepemimpinan untuk menyatukan suara, memperkuat solidaritas, dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana telah diletakkan oleh para pendiri bangsa dalam Konferensi Asia Afrika dulu," ujarnya.
Hingga saat ini, 11 ketua parlemen dan 8 wakil ketua parlemen dari negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI), telah menyatakan kehadirannya. Total sekitar 500 peserta diperkirakan akan menghadiri PUIC 2025.
Puan menekankan, DPR RI ingin memastikan hasil-hasil PUIC ke-19 tidak berhenti hanya dalam bentuk dokumen, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata melalui jejaring strategis antarparlemen.
"Kami akan pastikan, hasil PUIC tidak berhenti hanya sampai pada dokumen, tapi juga akan hidup dalam bentuk kerja nyata, konsolidasi kebijakan, dan perjuangan bersama untuk dunia Islam yang lebih adil dan berdaulat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









