Akurat
Pemprov Sumsel

Pimpin PUIC, Peran Indonesia Makin Besar Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Ahada Ramadhana | 17 Mei 2025, 20:25 WIB
Pimpin PUIC, Peran Indonesia Makin Besar Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

AKURAT.CO Indonesia telah dipilih menjadi ketua Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC), melalui Konferensi PUIC ke-19.

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Irine Yustiana Roba Putri, mengatakan keketuaan ini membuka ruang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dalam merespons isu-isu penting umat Islam, termasuk konflik berkepanjangan di Palestina.

Selain itu, Ketua DPR yang memegang presidensi PUIC juga disebut sebagai sebuah kekuatan, bukan sekadar pencapaian prestisius.

Selain itu, posisi keketuaan DPR di PUIC ini memungkinkan Indonesia mendorong penyelesaian konflik secara lebih terarah. Termasuk, mendorong negara yang tergabung di OKI untuk bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Baca Juga: Puan Resmi Tutup Sidang PUIC ke-19: Indonesia Kini Pimpin Parlemen Negara OKI

"Jadi keketuaan ini membawa dampak yang sangat banyak untuk Indonesia, karena selain yang pasti prestige, tentunya posisi ini membuat Indonesia bisa mendirect penyelesaian-penyelesaian konflik di Palestina dan juga di daerah lain yang melibatkan saudara-saudara muslim kita," ujar dia, Jumat (16/5/2025).

Peran Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina pun disebut akan semakin didengar. Bahkan, upaya-upaya yang dilakukan Indonesia mendapat pengakuan langsung dari Palestina.

"Palestina sendiri menyatakan bahwa Indonesia adalah saudara dalam perjuangan. Palestina merasa Indonesia tidak pernah meninggalkan Palestina di dalam memperlakukan perjuangan kemerdekaannya," ujarnya.

Hal ini juga tercermin dalam pertemuan bilateral antara Ketua DPR RI, Puan Maharani, dengan delegasi Palestina, di sela-sela pelaksanaan forum PUIC di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi Palestina mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Indonesia karena tidak pernah meninggalkan Palestina sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini.

Pada pertemuan itu, Puan juga menegaskan Indonesia lugas membela Palestina karena hal tersebut merupakan amanat konstitusi negara yang tertuang dalam UUD 1945.

"Dengan menjadi pimpinan persatuan parlemen OKI di PUIC, Indonesia semakin memiliki nilai dan posisi tawar lebih. Baik dalam isu Palestina maupun isu-isu global lainnya," jelas Irine.

Baca Juga: Kehadiran Presiden Prabowo di Sidang PUIC Perkuat Komitmen Indonesia untuk Palestina

Di bawah kepemimpinan Indonesia, forum PUIC pun diharapkan bisa tampil lebih solid dan vokal. Selama ini negara-negara OKI belum cukup solid karena kurangnya kekompakan, sehingga Indonesia ingin membawa semangat kebersamaan untuk membuat suara PUIC lebih nyaring di panggung internasional.

"Karena perjuangan kemerdekaan Palestina itu bukan hanya sebagai kebijakan luar negeri Indonesia, tetapi seperti yang dikatakan Ketua DPR kita, membela dan mendukung kemerdekaan Palestina adalah perintah Undang-undang Dasar," tambahnya.

Irine menyinggung soal populasi negara-negara OKI adalah 25 persen dari seluruh populasi dunia. Hal ini dapat ditunjukan kepada dunia bahwa negara-negara OKI memilki kekuatan dan berdaya untuk melakukan perubahan baik kepada tatanan dunia, termasuk isu Palestina.

"Lewat Konferensi PUIC negara-negara OKI sepakat akan bersuara lebih lantang dan nyaring lagi. Parlemen OKI juga bertekad punya suara bulat supaya lebih terdengar lagi di komunitas internasional. Dan Indonesia sebagai Ketua akan punya banyak peranan," tegasnya.

Adapun dalam rangkaian kegiatan PUIC yang berlangsung pada 12 Mei-15 Mei lalu, sebanyak 6 Komite Tetap (Standing Committee) telah membahas berbagai isu strategis, antara lain; Pemuda dan Perempuan, Palestina, Pembangunan Berkelanjutan, Minoritas Muslim, Urusan Politik, dan Urusan Kebudayaan.

Forum ini dihadiri delegasi parlemen 37 negara dari total 54 anggota OKI beserta sejumlah negara dan organisasi observer. Hampir 500 delegasi hadir di Gedung DPR untuk mendiskusikan berbagai masalah tatanan global, khususnya isu-isu di dunia Islam.

Baca Juga: Selain Palestina, PUIC ke-19 Turut Bahas Upaya Penyelesaian Konflik Pakistan-India

Konferensi PUIC menghasilkan luaran (output) berisi 17 resolusi negara-negara OKI yang diberi tajuk Jakarta Declaration (Deklarasi Jakarta). Salah satu isu dalam deklarasi ini adalah, resolusi terkait Palestina dan dorongan perdamaian bagi negara-negara lain yang tengah berkonflik agar segera mengambil jalur perdamaian.

Jakarta Declaration turut menegaskan kembali peran sentral dari tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, transparansi, dan supremasi hukum sebagai fondasi utama dalam membangun institusi yang kuat dan tangguh, melindungi kepentingan, hak, dan kesejahteraan rakyat melalui legislasi yang mempromosikan nilai dan prinsip tersebut.

Deklarasi Jakarta juga menekankan pentingnya penguatan softpower dunia islam melalui pendidikan, pemberdayaan kaum muda dan perempuan. Kemudian juga mendorong agar negara PUIC mengatasi segala bentuk diskriminasi, islamophobia, dan mempromosikan Islam sebagai rahmatan lil-alamin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.