RDP dengan Komisi XII DPR RI, Bicara Udara Dorong Regulasi Ketat Industri dan Adopsi BBM Rendah Sulfur

AKURAT.CO Program Bicara Udara dari Yayasan Udara Anak Bangsa mendorong penguatan regulasi di sektor industri dan pembangkit listrik serta percepatan adopsi bahan bakar rendah sulfur dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi XII DPR RI, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Jakarta.
Dalam forum yang juga dihadiri Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan sejumlah pemangku kepentingan, Co-Founder Bicara Udara, Novita Natalia, menegaskan bahwa udara bersih adalah hak dasar masyarakat dan isu kesehatan publik yang mendesak.
“Kami hadir di forum DPR bukan hanya untuk menyampaikan data, tapi untuk membawa suara publik yang terdampak namun selama ini tidak terdengar,” ujar Novita dalam keterangannya, Rabu (21/5/2025).
Bicara Udara menekankan pentingnya transparansi data kualitas udara dan penyampaian informasi yang efektif kepada publik, terutama kelompok rentan.
Mereka juga mendorong pengetatan baku mutu udara ambien dan emisi industri, serta penegakan hukum lingkungan yang lebih tegas.
“Dengan regulasi yang lebih ketat dan dukungan political will, Indonesia berpeluang besar mendapatkan dukungan pendanaan dari lembaga keuangan pembangunan,” tambah Novita.
Baca Juga: Greenbelt PIK2 Jadi Kelas Alam Terbuka, Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto, hadir pula Ekosistem Udara Bersih—aliansi organisasi yang mendorong udara bersih sebagai hak asasi.
Salah satu anggotanya, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, merekomendasikan percepatan adopsi bahan bakar berstandar emisi ketat seperti Euro 4.
Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari KLH dan dukungan penuh dari Komisi XII DPR RI.
“Komisi XII mendukung rekomendasi agar pemerintah segera mengadopsi bahan bakar berstandar Euro 4 guna mengurangi emisi dari sektor transportasi,” kata Sugeng.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









