Hari Pertama PCO RI di Australia, Banyak Belajar dari Akademisi dan Think Tank Terkemuka

AKURAT.CO Delegasi Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Republik Indonesia memulai hari pertama kunjungan kerja di Australia dengan serangkaian pertemuan strategis bersama akademisi dan lembaga pemikir (think tank) ternama.
Fokus utama kunjungan adalah penguatan strategi komunikasi publik, penanggulangan disinformasi, serta mempererat hubungan bilateral Indonesia–Australia.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO RI, Noudhy Valdryno, menyampaikan, hari pertama kunjungan memberikan banyak wawasan strategis untuk memperkuat kapasitas komunikasi pemerintah di era digital.
"Salam dari Canberra. Kami baru tiba di ibu kota Australia, namun sebelum itu kami telah melakukan beberapa pertemuan penting di Sydney," ujar Noudhy dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).
Rangkaian dimulai dengan pertemuan di University of Sydney, salah satu kampus paling bergengsi di Australia.
Delegasi PCO bertukar pandangan dengan para akademisi dari Australia dan Indonesia, termasuk Prof. Anne Twomey dan Prof. George Williams. Juga hadir Prof. Hobbs, mantan penasihat komunikasi Perdana Menteri Julia Gillard.
"Prof. Hobbs menekankan pentingnya rapid response pemerintah dalam menghadapi disinformasi, serta perlunya kerangka kerja kolaboratif antara pemerintah, masyarakat sipil, dan akademisi," ujar Noudhy.
Baca Juga: GRID Cardio Rush Kembali Hadir, Ajak Masyarakat dan Para Pelari Berkontribusi dalam Program Sosial
Delegasi kemudian mengunjungi Lowy Institute, think tank terkemuka yang kerap menjadi rujukan dalam kebijakan luar negeri Australia.
Dalam pertemuan tersebut, isu hubungan strategis Indonesia–Australia menjadi fokus utama.
"Lowy menyampaikan optimisme bahwa hubungan bilateral kita harus semakin kuat, terutama di tengah ketidakpastian global dan tantangan geopolitik," jelas Noudhy.
Sebagai agenda penutup hari pertama, delegasi mengunjungi eSafety, lembaga regulator konten digital Australia, dan diterima langsung oleh Komisioner Julie Inman Grant.
Diskusi berfokus pada strategi pengendalian konten merugikan dan upaya kolaborasi dengan platform digital.
"Komisioner Julie banyak berbagi praktik terbaik dalam kerja sama dengan industri untuk melindungi masyarakat dari disinformasi, cyberbullying, dan konten berbahaya lainnya," kata Noudhy.
Kunjungan kerja PCO RI di Australia masih akan berlanjut. Delegasi dijadwalkan bertemu dengan pejabat Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) serta berdiskusi dengan akademisi di Australian National University (ANU).
"Ini baru awal. Masih banyak pelajaran dan pengalaman yang akan kami bawa pulang ke Indonesia. Tunggu update selanjutnya," tutup Noudhy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








