Lindungi Jemaah, Kemenkes Tuntut Kepastian Izin Klinik Haji di Makkah

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi jemaah haji Indonesia dengan mendorong percepatan izin operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Ketua Tim Asistensi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan, Yuli Farianti, mengungkapkan, upaya diplomatik bersama Tim Amirul Hajj mulai membuahkan hasil.
Izin operasional KKHI telah disampaikan secara verbal oleh otoritas Arab Saudi, namun Kemenkes menekankan pentingnya legalitas tertulis.
“Alhamdulillah, izin operasional KKHI sudah keluar untuk 8 tempat tidur, tapi baru disampaikan secara verbal. Kami mendorong agar izin tertulis segera dikeluarkan demi menjamin keamanan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan,” jelas Yuli, Senin (2/6/2025).
Desakan ini muncul menyusul adanya tindakan sweeping terhadap fasilitas kesehatan tanpa izin resmi oleh pihak berwenang Arab Saudi.
Kemenkes pun mengusulkan agar izin operasional diberikan setidaknya untuk jangka waktu 2–3 minggu ke depan guna memastikan pelayanan berjalan lancar.
“Dengan izin itu, pasien tidak harus langsung dirujuk ke rumah sakit Saudi, terutama jika hanya memerlukan observasi ringan atau rawat jalan,” tambahnya.
Baca Juga: Jadi Ibu Tunggal, Olla Ramlan Nangis Bicara Soal Anak-anak
Menurut kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi, seluruh jemaah haji Indonesia yang memerlukan layanan medis wajib dirujuk ke rumah sakit lokal.
Namun, pendekatan ini dinilai kurang ideal, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki hambatan komunikasi.
“Keberadaan tenaga medis Indonesia membuat jemaah merasa lebih nyaman dan aman, khususnya yang memiliki penyakit kronis,” kata Yuli.
Kemenkes menegaskan bahwa KKHI bukan sekadar fasilitas kesehatan, tapi bagian penting dari sistem perlindungan jemaah haji.
Karena itu, koordinasi terus dilakukan bersama Kementerian Agama (Kemenag) dan otoritas Arab Saudi untuk menyelesaikan kendala administratif yang masih tersisa.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan pihaknya tengah bernegosiasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi untuk memperoleh izin resmi operasional KKHI.
“Kami baru saja bertemu dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi dan menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya jumlah jemaah yang wafat. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” ujar Menag.
Kehadiran KKHI di Makkah diharapkan dapat menjadi solusi strategis untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan nyaman selama menjalankan ibadah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








